Palangka Raya, InfoPublik – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kota Palangka Raya, Dody Irawan, menegaskan bahwa pengelolaan pengaduan masyarakat melalui Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional–Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR) tidak cukup hanya berorientasi pada penyelesaian laporan.
Menurutnya, setiap pengaduan merupakan gambaran nyata mengenai pengalaman, kebutuhan, dan harapan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah.
Demikian pernyataan itu disampaikan Dody saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan SP4N-LAPOR secara daring, Kamis (8/10/2026).
“Setiap laporan yang masuk bukan sekadar angka dalam sebuah aplikasi. Di balik laporan tersebut terdapat masyarakat yang menyampaikan pengalaman, kebutuhan, maupun harapan agar pemerintah dapat memberikan pelayanan yang lebih baik,” ujar Dody.
Ia menjelaskan, pejabat penghubung dan operator SP4N-LAPOR memiliki peran penting dalam memastikan setiap laporan diterima, diteruskan, dan ditindaklanjuti dengan baik.
Selain menangani laporan, para pengelola juga diharapkan mampu membaca pola pengaduan, mulai dari persoalan yang berulang, jenis layanan yang paling banyak dikeluhkan, hingga tren kebutuhan masyarakat dari waktu ke waktu.
Menurut Dody, informasi yang terkumpul dari pengaduan masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk menilai kondisi pelayanan secara objektif sekaligus mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki secara berkelanjutan.
Bimtek tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pengelolaan pengaduan agar lebih optimal. Pengelola layanan tidak hanya dituntut responsif dalam memproses laporan, tetapi juga mampu mengolah data pengaduan menjadi rekomendasi untuk perbaikan kebijakan dan pelayanan.
Dengan demikian, SP4N-LAPOR tidak hanya berfungsi sebagai kanal penyampaian aspirasi, tetapi juga sebagai sumber data strategis bagi pemerintah dalam memahami kondisi pelayanan dari sudut pandang masyarakat.
“Keberhasilan pengelolaan pengaduan tidak semata-mata diukur dari jumlah laporan yang telah dijawab atau diselesaikan. Lebih dari itu, keberhasilan tercermin dari sejauh mana laporan masyarakat mampu mendorong perubahan nyata, seperti pelayanan yang makin mudah diakses, respons yang lebih cepat, serta berkurangnya persoalan serupa di lapangan,”tambahnya.(MC Kota Palangka Raya/Gusti/Eyv)