Pemprov Riau dan Poltekkes Perkuat Kolaborasi Percepatan Penurunan Stunting
Istimewa
Istimewa
Pekanbaru, InfoPublik — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memperkuat sinergi dengan Poltekkes Kemenkes Riau dalam mendukung percepatan penurunan stunting dan pembangunan kesehatan daerah.
Kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, bersama jajaran Poltekkes Kemenkes di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Selasa (29/9/2026).
Kerja sama pemerintah daerah dan perguruan tinggi kesehatan diarahkan untuk memperkuat intervensi melalui pendidikan, penelitian, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat.
SF Hariyanto mengatakan perguruan tinggi kesehatan memiliki potensi besar untuk mendukung berbagai program pembangunan kesehatan daerah.
Karena itu, Pemprov Riau membuka ruang sinergi agar potensi akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dapat semakin terintegrasi dengan program pemerintah.
“Upaya penurunan stunting membutuhkan kerja bersama, bukan hanya pemerintah tetapi juga perguruan tinggi, dunia usaha dan seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan kesehatan,” ucap SF.
Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi dapat memperkuat program pemerintah melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan serta inovasi yang dapat diterapkan langsung di masyarakat.
Hasil penelitian dan inovasi dari institusi pendidikan kesehatan juga perlu terus didorong agar memberikan manfaat lebih luas.
“Sinergi seperti ini perlu terus kita perkuat sehingga berbagai inovasi dan hasil penelitian dapat diterapkan untuk membantu menyelesaikan persoalan kesehatan di masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Poltekkes Kemenkes Riau, Rully Hevrialni, mengatakan pihaknya memiliki Pusat Keunggulan Stunting yang telah berkontribusi dalam program penanganan stunting di Kabupaten Kampar selama sekitar empat tahun.
Program tersebut melibatkan mahasiswa dan dosen melalui kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi.
“Kami memiliki Pusat Keunggulan Stunting dan sudah membuktikan kontribusi nyata selama lebih kurang empat tahun di Kabupaten Kampar, dan terbukti terjadi penurunan sekitar 14 persen untuk stunting,” katanya.
Rully menjelaskan, kontribusi Poltekkes Kemenkes Riau tidak hanya dilakukan melalui praktik mahasiswa, tetapi juga melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan inovasi yang dikembangkan dosen.
“Kontribusi kami tidak hanya melalui peran mahasiswa saat Praktik Kerja Terpadu, tetapi juga melalui penelitian, pengabdian masyarakat dan inovasi dari dosen-dosen kami,” ujarnya.
Ia mengatakan sinergi dengan Pemprov Riau sejalan dengan agenda Riau Sehat, terutama dalam mendukung percepatan penurunan stunting.
Rully juga menyebut prevalensi stunting di Riau berada pada angka 20,1 persen sehingga kolaborasi lintas sektor perlu terus diperkuat.
Poltekkes Kemenkes Riau, lanjutnya, siap berkontribusi bersama Pemprov Riau, organisasi perangkat daerah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung pembangunan kesehatan di daerah.
© Copyright 2026, All Rights Reserved