Potensi Ekonomi Umrah Padang Capai Rp1,2 Triliun
Padang, InfoPublik – Aktivitas perjalanan umrah melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menyimpan potensi perputaran ekonomi sekitar Rp1,2 triliun per tahun. Potensi tersebut menjadi peluang bagi Kota Padang untuk memperkuat ekosistem ekonomi haji dan umrah sekaligus menghubungkannya dengan sektor pariwisata dan UMKM.
Kepala Seksi Pemberdayaan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Padang Rizki Ronaldi mengatakan, jemaah umrah yang berangkat melalui BIM mencapai sekitar 40.000 orang per tahun. Dengan asumsi kebutuhan sekitar Rp30 juta per jemaah, nilai ekonomi yang berputar dari aktivitas umrah diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun setiap tahun.
Besarnya potensi tersebut mendorong Pemerintah Kota Padang memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha tour and travel dan UMKM agar manfaat ekonomi perjalanan umrah tidak hanya berhenti pada layanan keberangkatan dan kepulangan jemaah.
Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi bagi pelaku tour and travel untuk mengembangkan aktivitas usahanya sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi daerah. Untuk itu, perusahaan perjalanan tidak hanya berperan mengantarkan masyarakat ke Tanah Suci, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya mendatangkan wisatawan dari luar daerah dan mancanegara ke Kota Padang.
“Bukan hanya mengantarkan masyarakat ke Baitullah, tour and travel juga diharapkan membawa wisatawan dari luar daerah dan mancanegara ke Kota Padang. Hal ini sejalan dengan upaya memperkuat Padang sebagai kota gastronomi dunia,” ujar Fadly saat meresmikan Grand Opening Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah & Coffee di Jalan Taman Siswa, Padang Utara, Minggu (27/9/2026).
Fadly menegaskan, Pemko Padang siap mendukung pelaku usaha melalui pelayanan, fasilitas mediasi, dan kemudahan berusaha. Dukungan tersebut diharapkan membuka lebih banyak ruang bagi pelaku usaha perjalanan dan UMKM untuk tumbuh dalam ekosistem ekonomi yang saling terhubung.
Kehadiran Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah & Coffee menjadi salah satu contoh pengembangan usaha yang menggabungkan layanan perjalanan dengan kebutuhan jemaah dan aktivitas ekonomi lainnya.
Owner Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah & Coffee Harris Seswitra mengatakan, usaha tersebut dirancang tidak hanya sebagai tempat layanan perjalanan umrah, tetapi juga ruang untuk ngopi dan bersilaturahmi sekaligus membicarakan berbagai kebutuhan perjalanan ke Tanah Suci.
Selain layanan perjalanan umrah, Al Harris menyediakan perlengkapan ibadah, roaming internasional, serta berbagai oleh-oleh dari Tanah Suci, seperti kurma, air zamzam, kacang Arab, dan suvenir.
“Kami ingin Al Harris menjadi tempat kecil yang memberikan manfaat besar, menjadi ruang orang bertemu dan bersilaturahmi, sekaligus menjadi salah satu jalan bagi semakin banyak saudara kita untuk mengunjungi Tanah Suci,” tutur Harris.
Model usaha tersebut memperlihatkan peluang untuk memperluas rantai ekonomi di sekitar perjalanan umrah, mulai dari layanan perjalanan, perlengkapan ibadah, kebutuhan komunikasi, hingga produk oleh-oleh.
Pemko Padang melihat aktivitas ekonomi umrah sebagai salah satu ruang yang dapat dikembangkan bersama sektor pariwisata. Jemaah dan pelaku perjalanan yang datang dari berbagai daerah berpotensi menjadi bagian dari pasar wisata apabila tersedia paket dan pengalaman yang menghubungkan perjalanan religi dengan destinasi serta kuliner lokal.
Pendekatan tersebut sekaligus membuka peluang bagi UMKM untuk masuk dalam rantai nilai pariwisata, baik melalui produk kuliner, suvenir, jasa, maupun pengalaman wisata khas Padang.
Dengan basis sekitar 40.000 jemaah umrah per tahun melalui BIM dan nilai ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun, penguatan kolaborasi antara pemerintah, pelaku tour and travel, UMKM, dan sektor pariwisata menjadi ruang strategis untuk memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Peresmian Al Harris Umrah, Oleh-oleh & Coffee turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Kepala UPT Asrama Haji Kelas I Padang Afrizen, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang Teddy Antonius, Kepala DPMPTSP Kota Padang Fauzan Ibnovi, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Padang Zul Asfi Lubis, Camat Padang Utara Sa’at, serta unsur masyarakat setempat.
(David)
~ 📤 by Ju