SLEMAN, InfoPublik – Bantuan peralatan pengelolaan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman secara signifikan mendongkrak efisiensi kinerja Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Randu Alas.
Berkat keberadaan mesin pemilah, proses pengelolaan limbah domestik dari warga kini dapat diselesaikan pada hari yang sama tanpa menyisakan penumpukan.
Ketua TPS3R Randu Alas, Joko Tri Waluyo, menuturkan, setiap harinya proses pengangkutan sampah mengandalkan armada tiga unit motor roda tiga.
“Pengambilan sampah per hari dapat langsung selesai dilakukan pemilahan pada hari itu juga. Jadi, dipastikan tidak ada penumpukan sampah,” jelas Joko saat ditemui di Dusun Candikarang, Sardonoharjo, Ngaglik, Selasa (22/9/2026).
Beroperasi sejak 2015 di atas tanah kas seluas 400 meter persegi, TPS3R Randu Alas saat ini telah melayani sekitar 350 nasabah aktif yang didukung oleh sembilan orang pekerja. Pengelolaannya secara konsisten memegang teguh prinsip 3R.
Dalam penerapan recycle (daur ulang), sampah organik diolah menjadi kompos yang disalurkan untuk menyuburkan lahan para petani setempat.
Namun, menurut Joko, ujung tombak pengelolaan tetap berada pada kesadaran masyarakat. "Yang paling mendasar adalah mengajak warga agar bijak mengelola timbulan sampah dari sumbernya," tegasnya.
Untuk menangani residu anorganik, TPS3R Randu Alas memanfaatkan mesin press hidrolik. Alat ini sangat krusial untuk memadatkan sampah plastik berjenis multilayer maupun kantong kresek kotor yang kerap kurang diminati pelapak lokal.
Pemadatan limbah plastik ini mempermudah sistem kerja sama penjualan dengan pihak ketiga, yang biasanya baru akan mengambil muatan apabila akumulasi sampah telah mencapai bobot empat ton (terkumpul dalam siklus dua hingga empat bulan).
“Dengan alat press hidrolik tersebut, sampah plastik dapat dipadatkan secara maksimal sehingga tidak memenuhi ruang penyimpanan kami,” tutup Joko. (MC Kab. Sleman / KIM Berbah / Kusnadi)