Surabaya, InfoPublik – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus memperkuat efisiensi distribusi dan kualitas layanan kelistrikan melalui implementasi Pilot Project Online Monitoring Performance (OMP) di Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bangkalan.
Program tersebut menjadi bagian dari transformasi pengelolaan jaringan berbasis digital, sekaligus upaya PLN meningkatkan akurasi pemantauan susut energi dan keandalan pelayanan kepada pelanggan.
Dalam agenda pembahasan Pilot Project OMP, PLN meninjau perkembangan penerapan sistem sekaligus mendorong penguatan tindak lanjut agar pemanfaatan teknologi tersebut memberikan manfaat optimal bagi operasional kelistrikan.
OMP dikembangkan untuk membantu PLN memetakan susut energi listrik secara lebih akurat melalui pemantauan data kelistrikan pada jaringan dan pelanggan. Data yang diperoleh menjadi dasar dalam menentukan langkah perbaikan secara lebih tepat sasaran, mendukung efisiensi distribusi, dan meningkatkan kualitas layanan.
Implementasi fisik OMP pada Penyulang Martadinata telah diselesaikan 100 persen. Sementara itu, pemasangan Data Concentrator Unit (DCU) pada Penyulang Maduratex juga telah mencapai 100 persen. Capaian tersebut menjadi bagian dari tahapan pengembangan OMP di ULP Bangkalan yang terus dievaluasi dan disempurnakan untuk mendukung pengelolaan jaringan berbasis data.
Pemanfaatan data OMP juga digunakan dalam evaluasi kondisi jaringan dan penentuan tindak lanjut perbaikan di lapangan. Sejumlah langkah, seperti penyeimbangan beban dan perbaikan jaringan tegangan rendah, dilakukan untuk mendukung peningkatan kualitas tegangan serta menjaga keandalan pelayanan kepada pelanggan.
General Manager PLN UID Jawa Timur, Eric Rossi Priyo Nugroho, dalam keterangan tertulis, Selasa (22/9/2026) menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi digital perlu diarahkan tidak hanya pada pemasangan perangkat, tetapi juga pada kemampuan menghasilkan data yang akurat dan dapat ditindaklanjuti.
“OMP menjadi salah satu upaya kami untuk membangun pengelolaan jaringan berbasis digital. Dengan data yang lebih akurat, langkah perbaikan dapat dilakukan secara lebih terarah sehingga pada akhirnya mendukung efisiensi, keandalan, dan kualitas pelayanan kepada pelanggan,” ujar Eric.
Menurut Eric, keberlanjutan implementasi menjadi hal penting agar manfaat OMP dapat terus terjaga. Untuk itu, PLN mendorong penguatan tim operasi dan pemeliharaan (O&M) guna memastikan kesiapan perangkat, keandalan komunikasi data, serta pelaksanaan analisis dan validasi susut secara berkelanjutan.
Penguatan tersebut juga mencakup penyesuaian perangkat ketika terjadi perubahan pada jaringan maupun pelanggan, sehingga sistem OMP tetap dapat mendukung kebutuhan pengelolaan distribusi listrik.
Eric menambahkan, semangat pengabdian dan tanggung jawab menjelang Hari Kesaktian Pancasila menjadi nilai yang terus dijaga dalam pelaksanaan tugas PLN. “Menjelang Hari Kesaktian Pancasila, semangat pengabdian dan tanggung jawab menjadi nilai yang terus kami jaga. Bagi PLN, semangat tersebut diwujudkan melalui upaya perbaikan berkelanjutan, pemanfaatan teknologi, serta kerja bersama untuk menghadirkan sistem kelistrikan yang semakin efisien dan andal bagi masyarakat,” tutup Eric.
Melalui optimalisasi OMP, PLN UID Jawa Timur terus mendorong pemanfaatan digitalisasi untuk meningkatkan akurasi pengelolaan jaringan dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.
Implementasi tersebut menjadi bagian dari transformasi berkelanjutan PLN dalam menjaga efisiensi distribusi, meningkatkan keandalan pasokan listrik, serta memperkuat kualitas pelayanan kepada pelanggan di wilayah Bangkalan. (MC Prov Jatim /hjr)