Jargas Menganti Rampung, 7.363 Rumah Tunggu Operasional
Gresik, InfoPublik – Pembangunan jaringan gas bumi (Jargas) untuk rumah tangga di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, telah rampung 100 persen. Infrastruktur sepanjang program tersebut kini mencakup 7.363 Sambungan Rumah (SR) di enam desa dan memasuki tahap persiapan pengoperasian.
Enam desa yang telah terhubung Jargas tersebut meliputi Domas, Bringkang, Boteng, Putatlor, Gadingwatu, dan Sidojangkung. Kehadiran jaringan ini diharapkan memberikan alternatif energi yang lebih efisien bagi rumah tangga sekaligus mendukung aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan pasokan gas untuk produksi.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan pembangunan Jargas di Menganti diusulkan Pemerintah Kabupaten Gresik untuk membantu menekan biaya energi masyarakat. “Kita mengusulkan ini karena ingin menghemat biaya masyarakat. Penggunaan LPG tabung dikonversi menjadi gas alam yang tarifnya lebih murah,” ujar Yani saat mendampingi Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman meninjau kesiapan Jargas di Desa Domas, Minggu (20/9/2026).
Menurut Yani, manfaat Jargas tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan memasak rumah tangga. Menganti juga memiliki aktivitas UMKM yang membutuhkan energi secara rutin untuk menunjang proses produksi.
Ia mencontohkan usaha kecambah di Desa Hulaan, pemotongan ayam di Desa Mboro, hingga industri logam di Laban yang membutuhkan pasokan energi untuk menjalankan kegiatan usaha. “Terutama bagi UMKM. Mereka sangat membutuhkan gas untuk kegiatan produksi. Lebih efektif dan lebih murah menggunakan jaringan gas ini,” katanya.
Karena itu, Pemkab Gresik mendorong agar Jargas segera beroperasi dengan tarif yang terjangkau dan informasi penggunaan yang mudah dipahami masyarakat.
Pemerintah daerah juga membuka peluang perluasan jaringan ke wilayah lain. Sebelumnya, pembangunan Jargas telah dilakukan di Kecamatan Cerme, sedangkan pengembangan berikutnya diarahkan ke Menganti. “Dua atau tiga tahun lalu kita membangun di Kecamatan Cerme, sekarang bergeser ke Menganti. Mudah-mudahan kita bisa mengajukan lagi untuk desa yang lain,” ujar Yani.
Dukungan Pemkab Gresik diberikan sejak pembangunan berlangsung, termasuk proses perizinan karena jaringan melintasi jalan kabupaten, penyediaan dukungan sarana dan prasarana, hingga sosialisasi bersama pemerintah desa. “Ini sudah kita lakukan, tinggal operasionalnya,” tuturnya.
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengatakan peninjauan Jargas di Menganti merupakan bagian dari pengawalan program prioritas nasional, terutama dalam memperkuat kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.
Secara nasional, pembangunan Jargas periode 2025–2026 ditargetkan mencapai 119.379 SR di 15 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, Gresik memperoleh pembangunan 7.363 SR pada tahap ini.
Dudung menyebut sejumlah persyaratan menuju pengoperasian telah diselesaikan, termasuk persetujuan lingkungan dan rekomendasi teknis. Tahapan berikutnya mencakup percepatan penetapan badan usaha pengelola, perizinan niaga gas, kepastian alokasi gas, serta penetapan tarif yang terjangkau. “Pembangunan adalah separuh pekerjaan. Separuh lainnya adalah memastikan jaringan ini melayani masyarakat setiap hari,” tegas Dudung.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penyelesaian konstruksi belum menjadi akhir program. Infrastruktur yang telah dibangun perlu segera diikuti kepastian pengelolaan dan pasokan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Jargas Kementerian ESDM Agung Kuswandono mengapresiasi dukungan Pemkab Gresik, terutama dalam aspek perizinan dan penerimaan masyarakat selama pembangunan. Menurutnya, Gresik memiliki peluang untuk memperluas jaringan gas karena merupakan salah satu wilayah penghasil gas sekaligus memenuhi kriteria pengembangan Jargas.
“Memungkinkan untuk kita kembangkan lagi. Selain dukungan Pemerintah Daerah yang bagus, Gresik ini penghasil gas dan memenuhi kriteria untuk pengembangan Jargas,” ujar Agung.
Dengan tambahan 7.363 SR di Menganti, total jaringan gas di Kabupaten Gresik telah mencapai 18.258 SR. Sebelumnya, Jargas telah terbangun sebanyak 10.895 SR di Kecamatan Cerme, Gresik, Manyar, dan Kebomas.
Potensi perluasan juga terus disiapkan. Pada Januari 2026, Pemkab Gresik mengusulkan penambahan calon pelanggan Jargas di Kecamatan Menganti hingga 14.823 SR kepada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.
Bagi masyarakat, keberadaan Jargas diharapkan tidak hanya menghadirkan kemudahan akses energi, tetapi juga memberikan kepastian biaya dalam jangka panjang.
Salah seorang warga Desa Domas berharap tarif yang ditetapkan tetap terjangkau dan infrastruktur mendapatkan perawatan secara berkelanjutan. “Dengan adanya gas ini kita merasa lebih ringan. Harapan warga, harganya tetap murah, bukan hanya di awal tetapi seterusnya,” ujarnya.
Dengan pembangunan fisik yang telah selesai, perhatian kini bergeser pada pengoperasian. Kepastian badan usaha, pasokan gas, tarif, dan pemeliharaan menjadi faktor penting agar 7.363 sambungan yang telah dibangun dapat segera berubah menjadi layanan energi yang benar-benar dimanfaatkan masyarakat dan pelaku usaha di Menganti.