Padel KORPRI Synergy Cup Gresik Perkuat Sinergi Lintas Instansi
Gresik, InfoPublik – Sebanyak 144 tim dari unsur pemerintahan dan mitra kerja Pemerintah Kabupaten Gresik mengikuti Padel KORPRI Synergy Cup 2026. Turnamen yang digelar dalam rangka HUT ke-55 KORPRI tersebut menjadi ruang membangun komunikasi dan sinergi lintas instansi melalui olahraga.
Turnamen berlangsung di Cerro Padel Club, Gresik, mulai 7 hingga 13 Oktober 2026. Peserta berasal dari Forkopimda, instansi vertikal, perangkat daerah, badan usaha milik daerah (BUMD), hingga anggota KORPRI di lingkungan Pemkab Gresik.
Berbeda dari forum pemerintahan yang umumnya berlangsung formal, lapangan padel mempertemukan para peserta dalam suasana yang lebih cair. Mereka tidak hanya dituntut memenangkan pertandingan, tetapi juga membangun komunikasi dengan pasangan, membaca situasi, dan mengambil keputusan secara cepat.
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengatakan nilai tersebut relevan dengan kebutuhan kerja pemerintahan yang membutuhkan komunikasi dan kolaborasi antarpihak. “Kita hadir bukan hanya untuk bermain padel, bukan hanya untuk mengejar kemenangan, dan bukan hanya untuk mendapatkan juara. Lebih dari itu, kita hadir untuk bersilaturahmi, membangun kebersamaan, memperkuat komunikasi, dan mempererat sinergi,” ujar Asluchul, Rabu (7/10/2026).
Padel KORPRI Synergy Cup 2026 dibagi dalam empat kategori dengan latar belakang peserta yang beragam. Kategori Forkopimda dan instansi vertikal diikuti 13 tim. Selanjutnya, Kategori A yang terdiri atas kepala perangkat daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), dan bagian di lingkungan Pemkab Gresik diikuti 57 tim.
Kategori B diikuti 22 tim yang terdiri atas pimpinan instansi daerah, seperti kepala unit pelaksana teknis (UPT), pimpinan BUMD, camat, dan kepala bagian beserta pasangan. Sementara itu, Kategori C melibatkan 52 tim yang berasal dari anggota KORPRI organisasi perangkat daerah.
Seluruh pertandingan menggunakan sistem knockout atau gugur. Format tersebut membuat setiap pertandingan menjadi penting karena kekalahan langsung mengakhiri perjalanan tim dalam turnamen.
Asluchul mengatakan olahraga dapat menjadi medium alternatif untuk memperkuat hubungan antarpihak yang sehari-hari bekerja dalam ekosistem pemerintahan. Menurut dia, komunikasi yang terbangun secara informal dapat membantu menciptakan hubungan kerja yang lebih dekat. Dari hubungan tersebut, koordinasi dan kolaborasi diharapkan semakin mudah dibangun ketika kembali menjalankan tugas pemerintahan.
“Dari lapangan olahraga kita bangun kebersamaan, dari kebersamaan kita bangun sinergi, dan dari sinergi kita hadirkan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat,” katanya.
Ia menilai sinergi tidak selalu harus dibangun melalui rapat atau forum resmi. Pertemuan dalam suasana informal juga dapat membuka kesempatan bagi para pemangku kepentingan untuk saling mengenal dan memahami. “Sinergi juga dapat tumbuh dari pertemuan sederhana, dari olahraga bersama, dari komunikasi yang informal, dan dari hubungan persaudaraan yang semakin erat,” ujarnya.
Padel KORPRI Synergy Cup 2026 tidak hanya diarahkan untuk mencari juara. Para peserta juga diajak menjaga sportivitas, menghargai pasangan dan lawan, serta menikmati proses kompetisi.
Bagi lingkungan pemerintahan, nilai kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti setelah pertandingan. Komunikasi yang lebih terbuka dan hubungan yang semakin erat dapat menjadi modal untuk memperkuat koordinasi dalam menjalankan program dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam rangka HUT ke-55 KORPRI, turnamen ini menjadi salah satu cara menjaga kebersamaan di antara aparatur dan mitra pemerintah yang sehari-hari memiliki tugas serta kepentingan yang saling berkaitan.
Dari lapangan padel, Pemkab Gresik berharap terbangun komunikasi yang lebih baik, sinergi lintas instansi yang semakin kuat, dan kolaborasi yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
(rad)