Pemkab Banyuwangi Dorong Guru Tingkatkan Kompetensi Digital
Istimewa
Istimewa
Banyuwangi, InfoPublik – Sebanyak 350 insan pendidikan mengikuti Seminar Pendidikan Nasional bertema “Transformasi Guru Masa Depan dan Masa Depan Guru Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua” di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).
Peserta terdiri atas guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dosen, tenaga kependidikan, pemerhati, hingga praktisi pendidikan.
Materi yang dibahas mencakup pembelajaran di era digital, penguatan karakter anak, serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Peserta juga mengikuti sesi diskusi untuk menyampaikan pertanyaan, aspirasi, dan masukan.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan perkembangan zaman menuntut dunia pendidikan terus beradaptasi, termasuk dari pola pembelajaran konvensional menuju metode yang lebih fleksibel dan memanfaatkan teknologi.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas, profesionalisme, serta peran guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan agar semakin adaptif terhadap dinamika zaman dan kebutuhan anak didik di era digital saat ini,” ujar Ipuk.
Ia mengajak guru dan tenaga kependidikan terus meningkatkan kemampuan, termasuk dalam pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran.
“Guru tidak boleh berhenti belajar. Upgrade terus skill dan kompetensi, termasuk di bidang teknologi,” ujarnya.
Ipuk juga mendorong sekolah menciptakan ruang belajar yang nyaman, inklusif, dan mampu mengembangkan kreativitas peserta didik.
Menurutnya, proses pendidikan tidak harus selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Sekolah dapat memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan orang tua.
“Jangan jadikan ruang kelas satu-satunya tempat untuk belajar. Guru harus bisa berkolaborasi dengan perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas di sekitar sekolah, hingga orang tua sebagai partner. Sehingga pendidikan yang diberikan semakin berkualitas dan membangun kreativitas siswa,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (IKA FIP UNJ), Dudung Abdul Qodir, menyampaikan tiga kemampuan yang dinilainya penting bagi guru dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan.
Pertama, trend watching atau kemampuan membaca perkembangan terkini. Guru, menurutnya, perlu memperluas wawasan dan informasi agar memahami tren yang berkembang dalam pendidikan.
Kedua, envisioning atau kemampuan merencanakan kebijakan dan langkah ke depan. Ketiga, critical thinking atau kemampuan berpikir kritis.
“Dengan tiga hal itu, guru pasti mampu memberikan pembelajaran yang tepat sesuai kebutuhan, dengan cara yang juga sesuai dengan zaman anak didiknya,” pungkasnya.
© Copyright 2026, All Rights Reserved