Pohuwato, InfoPublik - Sawah padi seluas 55 hektare yang terancam mengalami kekeringan dapat diselamatkan Balai Perlindungan Tanaman Pertanian (Balintan) Provinsi Gorontalo.
Upaya itu dilalukan Instalasi Pengamatan, Peramalan, dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (IP3OPT) Marisa melalui Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Paguat bersama Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Paguat, Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWS) II, dan Kementerian PUPR.
Kepala Balintan Abdul Wahid Lahay menjelaskan, berdasarkan hasil identifikasi dari Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), menunjukkan dari total luas tanam 161,5 hektare, terdapat sekitar 55,5 hektare yang terancam kekeringan di Desa Bunuyo.
"Di tengah kondisi tersebut, bersama Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air, irigasi melakukan upaya penyelamatan secara swadaya berupa empat unit sumur suntik beserta pompa," kata Abdul Wahid Lahay, Jumat (18/9/2026).
Abdul Wahid mengungkapkan upaya tersebut dapat membantu mempertahankan kondisi tanaman sehingga dapat diselamatkan dari ancaman kekeringan.
Sedangkan kondisi yang berbeda di Desa Kemiri dan Desa Molamahu, pertanaman padi sawah tersebut terancam mengalami puso karena tidak tersediannya sumber air.
Kondisi kekeringan ini juga dipengaruhi oleh waktu tanam yang relatif terlambat. Pertanaman yang terdampak umumnya berada pada umur sekitar 35–50 hari setelah tanam (HST). Di antaranya terdapat areal Corporate Social Responsibility (CSR) seluas sekitar 3 Ha serta pertanaman program Pertanian Modern Agroculture Advance System (PMAAS).
"Sementara Desa lainnya memiliki kesempatan untuk melakukan panen karena tanaman telah memasuki fase yang lebih siap dipanen," ucap Abdul Wahid.
Dalam penanganan kondisi tersebut, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) melakukan koordinasi dengan POPT terkait kondisi pertanaman dan langkah tindak lanjut yang diperlukan. Kemudian dilakukan pemantauan lapangan juga melibatkan PPL, Balai Wilayah Sungai (BWS), serta Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Perwakilan Kementerian PU, Hidayat, turut melakukan peninjauan kondisi di lapangan. Terkait hal tersebut, tim juga mengecek kondisi dan perkembangan proyek pembangunan irigasi tersier yang sebelumnya telah diusulkan oleh kelompok tani, yaitu Poktan Sinar Pagi, Mina Pale, Mina Pale 1, dan Mina Pale 2. (mcgorontaloprov/oman)