Polantas Sumenep Sasar Pick Up Bermuatan Berlebih
Sumenep, InfoPublik – Muatan berlebih pada kendaraan pick up bukan sekadar persoalan pelanggaran kapasitas. Kondisi tersebut dapat memengaruhi stabilitas kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengemudi maupun pengguna jalan lainnya.
Karena itu, Satlantas Polresta Sumenep memperkuat edukasi langsung kepada pengemudi melalui kegiatan Polantas Menyapa, Kamis (17/9/2026). Petugas menyasar kendaraan pick up yang ditemukan membawa muatan berlebih di sejumlah ruas jalan.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung di Jalan KH Mansyur dan simpang tiga Rumah Dinas Kapolres Sumenep. Personel Unit Kamsel Satlantas Polresta Sumenep berdialog langsung dengan pengemudi mengenai risiko keselamatan akibat overload dan over dimension.
Kasat Lantas Polresta Sumenep Kompol Eko Aprianto mengatakan, edukasi menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran pengguna jalan agar kepatuhan terhadap aturan lalu lintas tumbuh dari pemahaman mengenai risiko. “Pengemudi kami ingatkan agar memperhatikan muatan kendaraan. Overload dapat mengganggu keselamatan dan membahayakan pengguna jalan lainnya,” ujar Eko.
Menurutnya, kendaraan yang membawa barang melebihi kapasitas dapat mengalami perubahan stabilitas ketika digunakan di jalan. Risiko tersebut semakin perlu diperhatikan karena kendaraan harus tetap mampu dikendalikan dalam berbagai kondisi lalu lintas.
Karena itu, petugas tidak hanya memberikan teguran, tetapi juga menjelaskan secara langsung konsekuensi membawa muatan berlebihan kepada pengemudi. “Kami mengedepankan komunikasi dan edukasi. Harapannya, pengemudi memahami risiko overload serta lebih peduli terhadap keselamatan,” katanya.
Selain kapasitas muatan, petugas mengingatkan pengemudi mengenai over dimension, yakni kondisi kendaraan yang ukuran dimensinya tidak sesuai dengan ketentuan.
Kondisi kendaraan yang melebihi batas ukuran maupun membawa muatan yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko ketika kendaraan beroperasi di jalan raya. Karena itu, pemeriksaan dan edukasi diarahkan untuk memastikan kendaraan digunakan sesuai ketentuan keselamatan.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena keselamatan lalu lintas tidak hanya bergantung pada kondisi kendaraan, tetapi juga perilaku pengemudi dalam mengoperasikan kendaraan sesuai kapasitas dan peruntukannya.
Kompol Eko mengatakan, Polantas Menyapa menjadi salah satu sarana bagi kepolisian untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat. “Kegiatan Polantas Menyapa menjadi ruang bagi kami untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Kami ingin keselamatan menjadi budaya dalam berkendara,” jelasnya.
Menurutnya, pengemudi memiliki peran penting dalam menciptakan lalu lintas yang aman. Kepatuhan terhadap kapasitas kendaraan dan ketentuan dimensi menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat mengurangi risiko di jalan.
Satlantas Polresta Sumenep selanjutnya akan terus mengedepankan edukasi kepada pengguna jalan, sekaligus mengingatkan masyarakat agar mematuhi ketentuan lalu lintas. Dengan pendekatan tersebut, upaya keselamatan diharapkan tidak hanya dilakukan melalui penindakan setelah pelanggaran terjadi, tetapi juga melalui pencegahan dengan meningkatkan pemahaman pengemudi mengenai risiko sejak sebelum kendaraan beroperasi.
(Res/Ren/Fer)
© Copyright 2026, All Rights Reserved