Dari Hikayat hingga Geudeu-Geudeu, Tradisi Pidie Hidup di PCC
Panggung di kompleks Pidie Convention Center (PCC)
Panggung di kompleks Pidie Convention Center (PCC)
Pidie, InfoPublik – Panggung di kompleks Pidie Convention Center (PCC) pada pagi hingga malam kembali diramaikan suara anak-anak dan pelaku seni dalam rangkaian Uroe Lahe Pidie ke-515, Kamis (17/9/2026).
Memasuki hari kedua, berbagai lomba seni budaya dan permainan tradisional terus digelar. Bukan hanya di panggung utama, sejumlah kegiatan juga berlangsung di halaman samping PCC sehingga suasana peringatan hari jadi Pidie terasa semarak sejak pagi.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pidie Ismed mengatakan, rangkaian perlombaan memang disusun untuk berlangsung dari pagi hingga malam hingga puncak peringatan Uroe Lahe Pidie ke-515 pada 20 September 2026. “Dari pagi hingga malam, lomba terus kita gelar untuk memeriahkan Uroe Lahe ke-515,” ujar Ismed.
Beragam seni tradisi dan permainan rakyat menjadi bagian dari kegiatan hari kedua. Mulai pukul 10.00 hingga 18.00 WIB, panggung diisi Lomba Hikayat Prang Sabi, Lagoe Jameun, Meucagok, Buhak atau dongeng, Puisi Aceh, Calitra Paneuk, dan Pidato Bahasa Aceh.
Para peserta berasal dari siswa tingkat SD, SMP/sederajat, serta komunitas seni, adat, dan budaya. Kehadiran mereka membuat panggung tidak sekadar menjadi tempat perlombaan, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk menampilkan kemampuan berbahasa, bersastra, dan berkesenian dalam nuansa budaya Pidie.
Sore harinya, pukul 16.30 hingga 18.00 WIB, suasana berganti dengan permainan rakyat Geudeu-Geudeu yang ditampilkan Komunitas Beulangong Tanoh.
Ketika malam tiba, rangkaian kegiatan kembali berlanjut mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai melalui Festival Anak Saleh Indonesia (FASI), Lomba Nasyid, Cerita Islami, serta penampilan alat musik petik tradisional Gambus.
Menurut Ismed, keberagaman kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memeriahkan Uroe Lahe Pidie sekaligus mengajak masyarakat mengenal dan melestarikan seni budaya serta permainan tradisional daerah.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Pidie untuk datang dan meramaikan PCC. Mari kita saksikan bersama kreativitas anak-anak dan lestarikan seni budaya serta permainan tradisional kita. Jangan lewatkan juga Expo UMKM dan pameran pembangunan dari 23 kecamatan,” ajak Ismed.
Rangkaian Uroe Lahe Pidie ke-515 dengan tema Meutaloe Wareh, Pidie Meuharkat masih akan berlangsung hingga 20 September 2026 di kompleks PCC. Selain pentas dan lomba seni budaya, masyarakat juga dapat mengunjungi Expo UMKM dan Pameran Pembangunan yang turut menjadi bagian dari perhelatan tersebut.
© Copyright 2026, All Rights Reserved