SLEMAN, InfoPublik – Pengurus Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Sleman didorong untuk mengembangkan konten media sosial yang inovatif dan interaktif dengan memanfaatkan narasi human interest dari lingkungan sekitar.
Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Forum Komunikasi KIM DIY yang berlangsung di Aula PKK DIY, Rabu (16/9/2026).
Founder sekaligus CEO Pandangan Jogja, Eko Sugiarto Putro, selaku narasumber, menekankan, ketersediaan bahan cerita di tengah masyarakat sangat melimpah.
Tantangan utama yang kerap dihadapi para kreator informasi lokal bukan terletak pada keterbatasan topik, melainkan pada kepekaan menemukan sudut pandang yang unik dan bermakna.
Eko mengimbau pengurus KIM untuk menggeser fokus publikasi media sosial dari sebatas melaporkan jalannya agenda formal menjadi pemberitaan yang menonjolkan sosok, pengalaman, serta nilai-nilai di balik peristiwa tersebut.
Pendekatan berbasis cerita manusia (human story) dinilai jauh lebih efektif dalam menyentuh emosi publik serta membangkitkan keterikatan warga.
Selain itu, Eko menjelaskan, proses produksi konten media sosial yang berkualitas tidak selalu bergantung pada penggunaan peralatan rekaman mahal.
Dengan memaksimalkan perangkat telepon seluler yang dimiliki, pengurus KIM tetap dapat memproduksi karya informasi publik yang informatif, estetis, dan berdampak luas.
Melalui peningkatan kapasitas pembuatan konten kreatif ini, KIM Sleman diharapkan dapat mentransformasi pesan-pesan pembangunan daerah menjadi tayangan media sosial yang menarik tanpa mengesampingkan nilai kebenaran data.
Penguatan narasi lokal ini sekaligus memperkokoh kedudukan KIM sebagai media komunitas yang responsif dan terpercaya. (MC Sleman / KIM Depok / Athiful)