Redelong, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Aceh melalui Dinas Kesehatan mengevaluasi pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) atau Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk memperkuat pelaksanaan dan meningkatkan capaian program tersebut di Kabupaten Bener Meriah pada 2026.
Evaluasi dilaksanakan pada Rabu (16/9/2026) dengan melibatkan jajaran Dinas Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta sejumlah pemangku kepentingan lintas sektor. Kegiatan tersebut dihadiri Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bener Meriah Gazali, Kepala Bidang Pelayanan dan SDMK Eva Mahseni, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Hajjah, serta narasumber dari Provinsi Aceh, dr. Iman Murahman dan Syafrinal.
Turut hadir unsur Dinas Pendidikan, Dinas Pendidikan Dayah, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, RSUD Munyang Kute Redelong, RSIA Azalia, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Kantor Kementerian Agama, sejumlah klinik, serta kepala puskesmas se-Kabupaten Bener Meriah. Hadir pula pelaksana pelayanan ibu dan anak, lansia, remaja, serta usia dewasa pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bener Meriah.
Dalam evaluasi tersebut disampaikan bahwa PKG merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dalam misi pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan bagian dari Asta Cita pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2024–2029.
Pelaksanaan PKG juga sejalan dengan perubahan paradigma pelayanan kesehatan dari pelayanan berbasis program menjadi pelayanan berdasarkan siklus hidup melalui konsep Integrasi Pelayanan Primer (ILP). Karena itu, pelaksanaan PKG di Bener Meriah terus diarahkan agar selaras dengan konsep tersebut.
Evaluasi diperlukan karena pelaksanaan PKG masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain ketersediaan sarana dan prasarana, bahan medis habis pakai (BMHP), strategi peningkatan capaian, keterbatasan anggaran, serta ketersediaan tenaga kesehatan.
Berbagai kendala tersebut menjadi bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan. Melalui PKG, masyarakat dapat memperoleh deteksi dini terhadap potensi penyakit sehingga upaya pencegahan dan penatalaksanaan dapat dilakukan lebih awal sebelum kondisi menjadi lebih berat.
Upaya promotif dan preventif melalui pemeriksaan kesehatan sejak dini juga dapat membantu menekan kebutuhan pelayanan kuratif atau pengobatan di kemudian hari. Dengan demikian, pemeriksaan kesehatan dini turut mendukung efisiensi pembiayaan kesehatan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bener Meriah menilai pelaksanaan PKG masih perlu ditingkatkan, baik dari sisi kualitas maupun capaian sasaran. Evaluasi juga menjadi sarana untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi seluruh pihak, terlebih pelaksanaan PKG telah memasuki tahun kedua pada 2026.
Evaluasi mencakup identifikasi tantangan dan kendala pelaksanaan PKG di puskesmas, sekolah, dan komunitas. Selain itu, dilakukan identifikasi kesiapan sarana, prasarana, alat kesehatan, serta BMHP di puskesmas.
Kemampuan puskesmas dalam melakukan tata laksana terhadap hasil pemeriksaan PKG juga menjadi perhatian. Dari evaluasi tersebut diharapkan dapat disusun strategi untuk meningkatkan capaian PKG di Kabupaten Bener Meriah.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bener Meriah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan PKG, baik jajaran kesehatan maupun lintas sektor. Kolaborasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus diperkuat agar target capaian PKG dapat direalisasikan sesuai perencanaan.
Melalui evaluasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah berharap pelaksanaan PKG semakin optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran kesehatan, pencegahan, serta deteksi dini berbagai potensi masalah kesehatan.