SLEMAN, InfoPublik – Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) perlu diselaraskan dengan pemahaman kualitas air serta proses farmakologi di dalam tubuh agar penggunaan bahan herbal berjalan secara aman, rasional, dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Apoteker Rista Yudha Indrawan dalam Kajian Sehat Rohani Jasmani (Seroja) di Pendhapa Kekandhangan, Kalurahan Banyuraden, Gamping, Sleman, Selasa (15/9/2026).
Rista menjelaskan, air memegang peranan krusial sebagai media pengolahan bahan alami sekaligus kebutuhan utama tubuh.
Oleh karena itu, kebersihan dan kualitas air harus dipastikan agar tidak memicu kontaminasi yang justru membahayakan kesehatan.
Selain itu, meski TOGA kaya akan senyawa aktif bermanfaat, pemanfaatannya tetap memerlukan kepatuhan pada aturan dosis, tata cara pemrosesan, serta antisipasi potensi interaksi dengan obat-obatan medis.
Dari sudut pandang farmakologi, setiap bahan herbal yang dikonsumsi akan melalui tahapan absorpsi, distribusi, metabolisme, hingga ekskresi di dalam tubuh.
Pemahaman alur ilmiah ini dinilai sangat penting untuk meluruskan persepsi masyarakat yang kerap menganggap bahan herbal alami sepenuhnya bebas dari risiko atau efek samping.
Melalui edukasi interaktif ini, masyarakat Kalurahan Banyuraden didorong untuk lebih bijak mengombinasikan kearifan lokal dengan prinsip-prinsip sains.
Keberlanjutan sinergi antara kebersihan air, ketepatan bahan TOGA, dan pemahaman ilmu kesehatan diharapkan mampu mewujudkan kemandirian kesehatan keluarga tanpa mengabaikan perlunya konsultasi dengan tenaga medis. (MC Sleman / KIM Pararta Guna Gamping / Adnan Nurtjahjo)