Surabaya, InfoPUblik – Teknologi digital membuka, peluang baru bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan usaha dan memperluas pasar. Peluang itu didorong Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur melalui pelatihan pengelolaan toko online.
Program tersebut dikemas dalam kegiatan Cerdig – Cerdas Digital bertema “Digital Entrepreneurship: Kemandirian Usaha Melalui Pengelolaan Toko Online” yang digelar Selasa (15/9/2026).
Sekretaris Dinas Kominfo Jatim, Suharlina Kusuma Wardani, yang mewakili Kepala Dinas Kominfo Jatim Sherlita, mengatakan, transformasi digital harus dapat memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Menurutnya, teknologi tidak sekadar digunakan untuk berkomunikasi atau mengakses informasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi, membangun usaha, dan menciptakan kemandirian ekonomi.
“Kita ingin memastikan bahwa perkembangan teknologi digital dapat menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan oleh semua, termasuk untuk mendorong kemandirian dan produktivitas penyandang disabilitas. Jadikan teknologi digital sebagai sarana untuk mengembangkan potensi, membangun usaha, dan membuka kesempatan yang lebih luas,” katanya.
Suharlina menegaskan, pemerintah memiliki peran dalam memastikan penyandang disabilitas tidak tertinggal di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
“Berdasrkan perkembangan digital yang pesat, kita tidak bisa meninggalkan mereka. Realitanya mereka ada, jadi kita harus bisa memfasilitasi. Kominfo ambil peran untuk membuat mereka agar tidak ketinggalan dalam memanfaatkan teknologi digital dan pada kenyataannya mereka bisa melakukannya,” ujarnya.
Pelatihan tersebut menjadi semakin relevan karena sebagian peserta telah memiliki usaha. Peserta berasal dari berbagai jenis disabilitas dan mendapatkan pembekalan mengenai pemanfaatan toko online sebagai sarana pemasaran.
Melalui kanal digital, pelaku usaha penyandang disabilitas dapat mengubah pola pemasaran yang sebelumnya dilakukan secara langsung menjadi pemasaran berbasis digital dengan jangkauan konsumen yang lebih luas.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Jawa Timur, Sulis Setyowati, menjadi salah satu peserta yang merasakan pentingnya peningkatan keterampilan digital bagi pelaku UMKM penyandang disabilitas.
Sulis telah menjalankan, usaha kue basah dan kue kering secara luring sejak 2006 hingga 2025. Dalam setahun terakhir, ia mulai mengembangkan pemasaran produknya melalui kanal daring.
Menurut Sulis, kemampuan digital perlu terus ditingkatkan agar pelaku UMKM penyandang disabilitas mampu mengikuti perubahan teknologi, termasuk memanfaatkan kecerdasan artifisial (AI) dan berbagai platform digital untuk mendukung usaha.
Sementara itu, Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ciputra Surabaya, Emanuel Dedy Krisna Aji, mengatakan pemasaran digital bukan sekadar memilih platform yang memiliki banyak pengguna.
Pelaku usaha juga harus mampu menarik perhatian calon pembeli melalui penyajian produk yang informatif dan menarik. Foto dan video, kata dia, dapat dioptimalkan untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen.
“Pemasaran digital tidak hanya berkaitan dengan memilih platform yang memiliki banyak pengguna, tetapi juga bagaimana pelaku usaha mampu menarik perhatian calon pembeli,” jelasnya.
Melalui program Cerdig, Kominfo Jatim mendorong peserta menerapkan keterampilan digital secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas usaha dan memperluas pemasaran.
Pemanfaatan teknologi diharapkan tidak berhenti pada kemampuan mengoperasikan platform digital, tetapi berkembang menjadi sarana untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan produktivitas penyandang disabilitas.(MC Prov Jatim/yan-hjr/eyv)