SLEMAN, InfoPublik – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Moyudan menggelar Pembinaan Korp Muballigh di Aula SMK Muhammadiyah 1 Moyudan, Sleman, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk mencetak muballigh yang profesional, kontekstual, serta mampu menjawab berbagai dinamika dan kebutuhan masyarakat secara efektif.
Ketua PCM Moyudan, Abu Hanifah, menegaskan pentingnya sinergi dan penguatan ikatan antar-pendakwah.
Menurutnya, keberhasilan syiar dakwah tidak hanya bertumpu pada kapasitas individu semata, melainkan pada ketulusan akidah serta persatuan di antara para muballigh untuk saling menguatkan dalam menjalankan misi keumatan.
Saat membuka acara secara resmi, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, Harjaka, mengingatkan peserta mengenai tiga karakter utama Muhammadiyah, yakni sebagai jami'ah, sirkah, dan harokah.
Harjaka juga berpesan agar para pendakwah menerapkan filosofi hidup yang memberikan kebermanfaatan luas bagi lingkungan sosial, sehingga dakwah yang disampaikan mampu membentuk pemikiran masyarakat yang cerdas dan berpendirian teguh.
Sesi pembinaan dilanjutkan dengan penyampaian materi Psikologi Dakwah oleh Ahmad Ahsan Jihadan serta Penguatan Ideologi Muhammadiyah oleh Untung Cahyono.
Ahsan menekankan, pendekatan psikologis sangat krusial karena objek dakwah adalah manusia dengan latar belakang yang beragam.
Ia menguraikan bahwa dakwah ideal harus memenuhi unsur informatif melalui pemanfaatan teknologi, persuasif lewat keteladanan sikap, serta memiliki daya pikat penyelesaian masalah.
Ahsan menggarisbawahi, hiburan sejati dalam dakwah terletak pada pemecahan masalah yang dihadapi oleh jamaah, bukan sekadar humor di atas panggung.
Melalui pembekalan wawasan yang komprehensif ini, para muballigh PCM Moyudan diharapkan dapat tampil sebagai sosok pendakwah yang ramah, bersahaja, adaptif, serta membawa manfaat nyata di tengah kehidupan bermasyarakat. (KIM Sumber Biwara Moyudan/Edy)