Banda Aceh, InfoPublik – Menjaga lingkungan tetap sehat tidak hanya soal kebersihan halaman atau saluran air. Cara masyarakat mengelola limbah domestik, termasuk lumpur tinja dari septic tank, juga menjadi bagian penting dari upaya mencegah pencemaran dan penyakit berbasis lingkungan.
Kesadaran tersebut terus diperkuat Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh melalui Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Program Kesehatan Lingkungan. Salah satunya melalui Pendampingan Penerapan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) di Kantor Keuchik Gampong Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Kamis (10/9/2026).
Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh Nurjannah mengatakan, LLTT bukan sekadar kegiatan menguras septic tank. Sistem tersebut menjadi bagian dari pengelolaan limbah domestik agar dilakukan secara aman, teratur, dan sesuai standar kesehatan.
“Layanan Lumpur Tinja Terjadwal bukan sekadar pengurasan septic tank, tetapi merupakan upaya bersama untuk memastikan pengelolaan limbah domestik dilakukan secara aman, teratur, dan sesuai standar kesehatan. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi pemerintah, gampong, dan partisipasi aktif masyarakat,” ujarnya.
Melalui LLTT, pengurasan septic tank dilakukan secara terencana sehingga masyarakat tidak harus menunggu hingga septic tank penuh atau mengalami masalah. Pengelolaan yang baik juga membantu mengurangi risiko limbah tinja mencemari tanah maupun sumber air di sekitar permukiman.
Bagi masyarakat, penerapan sanitasi aman menjadi langkah sederhana yang berdampak pada kesehatan lingkungan. Selain memastikan septic tank dikelola dengan benar, masyarakat juga perlu mengetahui pentingnya pengurasan secara berkala dan menggunakan layanan pengelolaan lumpur tinja yang sesuai ketentuan.
Dalam pendampingan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep LLTT, pembagian peran para pemangku kepentingan, mekanisme pelaksanaan layanan, hingga strategi sosialisasi kepada masyarakat.
Kegiatan melibatkan unsur pemerintah kecamatan dan gampong, Puskesmas Jeulingke, sanitarian, bidan desa, petugas promosi kesehatan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Tuha Peut, kepala dusun, PKK, serta para kader kesehatan.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa sanitasi aman membutuhkan kerja bersama. Pemerintah dapat menyediakan pendampingan dan layanan, sementara masyarakat berperan memastikan fasilitas sanitasi di rumah masing-masing dikelola dan digunakan secara benar.
Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh berharap penerapan LLTT di Gampong Jeulingke dapat menjadi bagian dari penguatan sanitasi berkelanjutan di tingkat masyarakat. Langkah tersebut sekaligus mendukung terciptanya lingkungan permukiman yang lebih bersih, sehat, dan aman bagi warga.