Kota Gorontalo, InfoPublik — Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Gorontalo, Ramdhan Pade, mengatakan potensi besar perkebunan kelapa di Gorontalo yang membentang di atas 70 ribu hektare.
Pada tahun 2025, luas areal perkebunan kelapa rakyat mencapai 70.134 hektar dengan produksi mencapai 66.052 ton, yang menopang kehidupan sekitar 54.090 keluarga petani.
Menurut Ramdhan, kelapa bukan sekadar buah yang dijual segar atau dikeringkan menjadi kopra, hampir seluruh bagian pohon memiliki nilai ekonomi.
Mulai dari daging buah menjadi minyak kelapa dan VCO, sabut menjadi cocopeat dan cocofiber, tempurung diolah menjadi arang dan briket, hingga air kelapa diolah menjadi minuman dan nata de coco.
“Komoditas kelapa memiliki nilai ekonomi di hampir seluruh bagian tanaman, mulai dari daging buah, air, tempurung, sabut, hingga batang," kata Ramdhan, Kamis (10/9/2026).
Menurut Ramdhan, pasar produk kelapa tidak hanya terbatas pada kelapa segar, tetapi berkembang ke berbagai produk olahan.
Penegasan Ramdhan disampaikan pada Forum Diskusi Keuangan Daerah (FDKD) yang digelar di aula Mohuyula Kanwil DJPb Provinsi Gorontalo.
Forum itu mengangkat tema Membuka Peluang Dana Perkebunan bagi Komoditas Kelapa Gorontalo, menghadirkan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah nyata meningkatkan nilai ekonomi kelapa bagi masyarakat.
Fokus pembahasan tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pengolahan pascapanen, kemitraan usaha, akses pasar domestik hingga ekspor, serta dukungan sarana prasarana dan pembiayaan yang memudahkan petani dan UMKM pengolah kelapa.
Dengan potensi lahan yang luas, rantai nilai yang panjang, dan dukungan berbagai pihak, kelapa Gorontalo siap naik kelas, dari sekadar komoditas bahan baku menjadi industri yang menggerakkan ekonomi rakyat secara nyata. (mcgorontaloprov/hariman)