Bupati Kubu Raya kepada Pejabat Baru: Jangan Tunggu Viral Baru Merespons
Istimewa
Istimewa
Kubu Raya, InfoPublik – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengingatkan kepala sekolah dan kepala puskesmas yang baru dilantik agar menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya.
“Rakyat nomor satu. Pegang teguh itu,” tegas Sujiwo saat melantik guru dan tenaga kesehatan di Aula Praja Utama, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, pada Jumat (4/9/2026).
Sujiwo menegaskan, jabatan yang diberikan bukan sekadar posisi, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, negara, dan masyarakat. “Pesan saya, jaga amanah dari Allah ini dengan sebaik-baiknya. Jabatan itu amanah dari Tuhan,” katanya.
Ia meminta pejabat yang baru dilantik memegang teguh kepercayaan yang diberikan negara dan masyarakat serta menjalankan sumpah jabatan dengan penuh tanggung jawab.
“Kepercayaan dari negara, kepercayaan dari rakyat. Maka, pegang teguh kepercayaan dari rakyat maupun dari negara. Kemudian, pegang teguh juga sumpah jabatan,” tegasnya.
Menurut Sujiwo, sumpah jabatan mengandung komitmen untuk menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan lainnya. Prinsip tersebut harus menjadi pedoman dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.
“Demi Allah saya bersumpah, demi Tuhan saya berjanji, bahwa saya akan mementingkan kepentingan rakyat dari kepentingan yang lainnya. Mau kepentingan keluarga, mau kepentingan kelompok, organisasi, rakyat nomor satu,” ujarnya.
Sujiwo juga mengingatkan bahwa masyarakat kini semakin mudah mengawasi kinerja pemerintah. Perkembangan teknologi membuat pelayanan dan kinerja aparatur dapat diketahui publik dengan cepat.
“Zaman sudah berubah. Semuanya sudah berubah cepat. Rakyat mudah mengawasi kita, mengakses kita, melihat kinerja kita. Selain Tuhan, 24 jam CCTV-nya tidak pernah padam. Maka, kerjakan yang terbaik,” katanya.
Sujiwo memastikan kinerja kepala sekolah dan kepala puskesmas yang baru dilantik akan terus dievaluasi. Penilaian bahkan dilakukan sejak bulan pertama untuk melihat kemampuan mereka menjalankan tugas.
“Satu bulan pertama saya sudah evaluasi. Tiga bulan saya sudah bisa menyimpulkan layak tidaknya dia sebagai kepala puskesmas di sini. Layak tidak dia sebagai kepala sekolah,” ungkapnya.
Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan jabatan diisi oleh aparatur yang mampu menjalankan tugas sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Sujiwo juga meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) menjaga kepercayaan masyarakat yang telah dibangun melalui kerja bersama. Menurutnya, kepercayaan publik membutuhkan proses panjang untuk dibangun, tetapi dapat runtuh akibat buruknya pelayanan pemerintah.
“Kepercayaan publik itu tidak mudah untuk didapatkan. Itu hasil karya bersama, kerja keras kita bersama. Bisa runtuh apabila pelayanan publik kita jelek, kita tidak respons cepat,” jelasnya.
Karena itu, ia meminta jajaran pemerintah tidak menunggu suatu persoalan menjadi viral sebelum mengambil tindakan. “Jangan sampai no viral, no respons. Jangan viral dulu, baru direspons. Sebelum viral, sudah bergerak,” tegas Sujiwo.
Menurutnya, pemerintah harus mampu membaca kebutuhan dan persoalan masyarakat sejak awal. Respons cepat menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga kepercayaan publik.
Sujiwo juga mengingatkan bahwa menjadi ASN membutuhkan pengabdian dan kerja keras. Seluruh tugas tersebut, kata dia, perlu dijalankan dengan rasa syukur dan tanggung jawab. “ASN itu memang melelahkan. Tetapi harus dinikmati, disyukuri. Kalau kita syukuri, kita nikmati, insyaallah enggak akan ada lelahnya itu,” katanya.
Ia kembali menegaskan bahwa seluruh tugas pemerintahan pada akhirnya bermuara pada kepentingan masyarakat dan pertanggungjawaban kepada Tuhan. “Ingat, rakyat adalah segala sesuatu. Dan pada akhirnya semua kita akan bertanggung jawab di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa,” pungkasnya.
(DiskominfoKKR/Editor;ird)
© Copyright 2026, All Rights Reserved