Kabupaten Gorontalo, InfoPublik — Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo,Aryanto Husain, mengatakan pembangunan sarana dan prasarana yang diusulkan melalui Program LAUTRA harus tetap mengedepankan kearifan lokal dan karakter Desa Bongo sebagai salah satu desa wisata religi di Kabupaten Gorontalo.
“Pengembangan Kampung LAUTRA tidak hanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi harus menjadi bagian dari konsep pengembangan kawasan yang terintegrasi dengan berbagai potensi yang telah dimiliki Desa Bongo,” kata Aryanto Husain, Kamis (3/9/2026).
LAUTRA atau laut untuk Kesejahteraan atau Oceans for Prosperity adalah program pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan Bappenas yang didukung oleh Bank Dunia untuk mengelola kawasan konservasi perairan secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Sejumlah destinasi dan pusat aktivitas masyarakat yang dapat diintegrasikan antara lain Pantai Dulanga, Masjid Kuba, PKBM Yotama, pusat kuliner, serta Kampung Nelayan Merah Putih.
Seluruh potensi tersebut diharapkan dapat terhubung dan menjadi satu kesatuan dengan pengembangan Kampung LAUTRA Merah Putih.
Hal itu wujud pengembangan ekonomi masyarakat pesisir melalui pemanfaatan potensi kelautan dan pariwisata terus dilakukan di Provinsi Gorontalo.
Salah satunya melalui pendampingan finalisasi pilot project atau percontohan Kampung LAUTRA Merah Putih di Desa Bongo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo.
Finalisasi tersebut melibatkan berbagai pihak, yakni Tim Direktorat Jasa Bahari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Tim Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Tim Kementerian Koperasi RI, Tim Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah RI, serta Tim MNC LAUTRA.
Kegiatan tersebut juga didampingi langsung oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut (PRL) dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), jajaran Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Kepala Desa Bongo, Penyuluh Perikanan Wilayah Kerja Kecamatan Batudaa Pantai, tokoh masyarakat, serta calon lembaga pengelola pengusul Program LAUTRA Desa Bongo.
"Pengembangan sarana dan prasarana melalui Program LAUTRA harus tetap menonjolkan kearifan lokal Desa Bongo sebagai desa wisata religi. Berbagai spot yang sudah ada, seperti Pantai Dulanga, Masjid Kuba, PKBM Yotama, pusat kuliner dan Kampung Nelayan Merah Putih, perlu diintegrasikan sehingga membentuk satu kawasan wisata dan ekonomi masyarakat yang saling mendukung," ujar Aryanto.
Dalam proses finalisasi pilot project, Desa Bongo telah menyampaikan sejumlah usulan sarana dan prasarana prioritas yang diharapkan dapat memperkuat fungsi Kampung LAUTRA sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir sekaligus destinasi wisata bahari.(mcgorontaloprov/yanto)