Pelebaran Jalan Tuanku Tambusai Ditargetkan Rampung Desember 2026
Istimewa
Istimewa
Pekanbaru, InfoPublik – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melakukan pelebaran Jalan Tuanku Tambusai, Kota Pekanbaru, sebagai bagian dari upaya mengurai kemacetan di Simpang SKA. Ruas jalan di sekitar Rumah Sakit Hermina nantinya diperlebar menjadi 14 meter pada masing-masing jalur dengan empat lajur.
Pekerjaan melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau itu ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Sebelum pekerjaan pelebaran dimulai, puluhan pohon di sekitar lokasi terlebih dahulu dipindahkan. Pohon-pohon tersebut akan ditanam kembali di kawasan Tenayan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau Zulfahmi mengatakan, pemindahan pohon dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru.
“Saat ini, DLHK Kota Pekanbaru tengah melakukan pembongkaran pohon, yang nanti akan ditanam lagi di Tenayan. Kalau sudah selesai, baru kita kerja untuk pelebaran,” kata Zulfahmi di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis (3/9/2026).
Menurut Zulfahmi, pelebaran dilakukan pada ruas Jalan Tuanku Tambusai di sekitar Rumah Sakit Hermina. Setelah pekerjaan selesai, masing-masing jalur akan memiliki lebar 14 meter dengan empat lajur.
“Untuk spesifikasi pelebaran, nantinya akan menjadi 14 meter dikali 2 jalur. Dengan masing-masing 4 lajur,” katanya.
Pemprov Riau menargetkan pekerjaan tersebut selesai pada Desember 2026. Setelah itu, rekayasa lalu lintas di kawasan Simpang SKA direncanakan mulai diberlakukan, termasuk penutupan lampu lalu lintas di persimpangan tersebut.
“Target kita Desember sebelum akhir tahun sudah selesai. Jadi sebelum masuk tahun 2027, sudah diberlakukan penutupan Simpang SKA,” katanya.
Zulfahmi menjelaskan, pelebaran Jalan Tuanku Tambusai dan rekayasa lalu lintas dilakukan untuk mengurai kemacetan di persimpangan Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Tuanku Tambusai atau Simpang SKA Pekanbaru.
Persimpangan tersebut kerap mengalami antrean kendaraan, terutama pada jam sibuk dan akhir pekan.
“Karena ini sudah menjadi atensi pimpinan agar kita harus gerak cepat. Sebab di saat jam-jam sibuk, persimpangan tersebut seringkali terjadi antrean panjang hingga macet, terutama saat akhir pekan, dan ini sering dikeluhkan warga,” ujar Zulfahmi.
Pelebaran ruas jalan diharapkan meningkatkan kapasitas kendaraan yang melintas sekaligus mendukung penerapan rekayasa lalu lintas di kawasan Simpang SKA.
© Copyright 2026, All Rights Reserved