Banda Aceh, InfoPublik - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) memperluas akses pelayanan publik berbasis digital melalui Anjungan Tele-Yanblik Mandiri (ATM) BPOM yang dihadirkan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Pidie dan Kota Lhokseumawe.
Selama tiga hari, tim BBPOM Aceh melakukan koordinasi sekaligus menyerahkan dan menguji perangkat ATM BPOM bersama Pemerintah Kabupaten Pidie dan Pemerintah Kota Lhokseumawe. Inovasi ini ditujukan untuk mendekatkan layanan BPOM kepada masyarakat dan pelaku usaha di daerah.
Di Kabupaten Pidie, koordinasi dilakukan bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Tim BBPOM Aceh diterima Plt. Kepala DPMPTSP Kabupaten Pidie, Sri Rahayu, didampingi Sekretaris DPMPTSP, Rita Sulaksmi.
Sri Rahayu mengapresiasi inovasi tersebut karena memudahkan masyarakat memperoleh layanan konsultasi obat dan makanan. “Hadirnya inovasi ATM BPOM ini sangat membantu masyarakat Pidie. Layanan konsultasi obat dan makanan kini menjadi jauh lebih dekat, cepat, dan transparan tanpa terkendala jarak,” ujarnya, Senin (24/8/2026).
Di Kota Lhokseumawe, koordinasi dilakukan bersama DPMPTSP dan Tenaga Kerja Kota Lhokseumawe. Tim BBPOM Aceh disambut Kepala DPMPTSP dan Naker Kota Lhokseumawe, Safriadi, didampingi Sekretaris, Amru, untuk membahas kesiapan penerapan ATM BPOM di MPP.
Safriadi menilai integrasi layanan BPOM merupakan bentuk kolaborasi nyata yang memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal. "Inovasi ini adalah bentuk kolaborasi nyata dalam mempermudah perizinan dan pengawasan produk di daerah. Kami sangat siap mendukung operasional ATM BPOM agar memberikan manfaat maksimal bagi para pelaku usaha lokal,” ungkapnya.
Ketua Tim Pelayanan Publik BBPOM Aceh, Desi Ariyanti Ningsih, mengatakan ATM BPOM dihadirkan untuk memastikan masyarakat, khususnya pelaku UMKM di daerah, memperoleh akses pelayanan yang setara, mudah, dan akuntabel tanpa terkendala jarak geografis. Layanan ini memungkinkan masyarakat memperoleh informasi dan konsultasi terkait pengawasan obat dan makanan secara langsung melalui fasilitas di MPP.
Kehadiran ATM BPOM di Pidie dan Lhokseumawe diharapkan meningkatkan efisiensi pelayanan sekaligus memperluas edukasi dan pendampingan bagi masyarakat maupun pelaku usaha. Kolaborasi tersebut menjadi langkah untuk menghadirkan layanan BPOM yang semakin cepat, mudah, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.