Siak, InfoPublik- Bupati Siak Afni Z menyebut anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) sebagai aset daerah yang perlu terus diberikan ruang untuk berkembang. Pengalaman selama menjalankan tugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diharapkan menjadi modal bagi mereka untuk berkontribusi bagi masyarakat dan Kabupaten Siak.
Hal itu disampaikan Afni saat ramah tamah bersama Paskibraka di Kediaman Bupati Siak, Sabtu (22/8/2026). Ia mengapresiasi seluruh Paskibraka asal Siak yang bertugas di tingkat nasional, Provinsi Riau, dan Kabupaten Siak.
"Adik-adik semua luar biasa, kalian adalah aset kami. Mudah-mudahan dengan pengalaman ini bisa menjadikan kalian pribadi yang jauh lebih baik lagi dan bisa berguna bagi agama, nusa, dan bangsa,” kata Afni.
Menurut Afni, menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar menjalankan tugas mengibarkan bendera, tetapi juga merupakan kehormatan dan pengalaman berharga yang dapat membentuk karakter generasi muda.
"Paskibraka itu bukan hanya mengibarkan bendera merah putih, tetapi di dalamnya ada kehormatan bahwa kalian terpilih. Meskipun singkat, saya yakin akan menjadi kenangan seumur hidup,” ujar dia.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus memberikan pengalaman baru, Pemkab Siak berencana mengajak para Paskibraka mengenal lingkungan, ekologi, dan potensi sumber daya alam daerah. Kegiatan tersebut antara lain direncanakan melalui kemah di Taman Hutan Raya (Tahura) atau kunjungan ke operasional PT BSP.
"Kita tidak bisa memberi lebih selain memberikan mereka pengalaman-pengalaman baru agar mereka bisa dan paham kekayaan alam yang dimiliki Kabupaten ini. Kita ingin kalian mendapat pengalaman yang baru,” kata Afni.
Salah satu Paskibraka Nasional asal Siak, Rizqy Aditya Siregar, mengaku memperoleh banyak pengalaman selama mengikuti pendidikan dan pelatihan di tingkat pusat. Ia bertemu peserta dari berbagai provinsi, menjalani latihan disiplin, hingga berkesempatan bertemu dan bersalaman dengan Presiden.
“Alhamdulillah saya sangat bersyukur kepada Allah SWT. Selama pendidikan dan pelatihan banyak pengalaman baru yang saya dapatkan. Saya bisa bertemu teman-teman dari berbagai provinsi, menjalani proses latihan yang disiplin, sampai bisa bertemu dan bersalaman dengan Presiden,” kata Rizqy.
Ia mengatakan, pendidikan dan pelatihan yang dimulai sejak pukul 04.00 WIB hingga malam hari juga memberikan pemahaman tentang wawasan kebangsaan, Pancasila, dan kepaskibrakaan.
“Selama menjalani pendidikan saya merasa ini adalah tugas yang penuh tanggung jawab, karena saya bukan membawa nama diri saya sendiri, tapi membawa nama orang tua, sekolah, kabupaten hingga provinsi,” ujar dia.
(Rahma/MC Siak)