Banda Aceh, InfoPublik - Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh kembali menambah enam guru besar setelah enam dosennya menerima Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang Penetapan Guru Besar Rumpun Ilmu Agama Periode III Tahun 2025.
KMA tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Agama RI, Prof Dr Nasaruddin Umar MA dalam seremoni di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta Pusat.
Dengan penambahan itu, jumlah profesor di UIN Ar-Raniry kini mencapai 66 orang. Pada kesempatan yang sama, Kementerian Agama menyerahkan KMA kepada 119 guru besar dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) di Indonesia.
Keenam dosen tersebut memperoleh jabatan akademik Guru Besar dengan Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Juli 2026.
Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman MAg mengatakan, bertambahnya enam guru besar menjadi indikator meningkatnya kapasitas akademik dan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus.
"Alhamdulillah, dalam empat tahun terakhir jumlah guru besar UIN Ar-Raniry meningkat dari 22 orang pada 2022 menjadi 66 orang pada 2026. Capaian ini menunjukkan budaya akademik dan produktivitas dosen terus berkembang," ujar Mujiburrahman, dalam keterangan resmi, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, peningkatan juga terjadi pada jumlah dosen bergelar doktor. Jika pada 2022 terdapat 188 dosen bergelar doktor, maka pada 2026 jumlahnya telah mencapai 289 orang.
Ia menilai peningkatan jumlah profesor dan dosen bergelar doktor akan memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kehadiran para profesor juga diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi, memperkuat kolaborasi riset, meningkatkan publikasi ilmiah, serta memperluas rekognisi akademik di tingkat nasional maupun internasional.