Jantho, InfoPublik – Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh mulai memperkuat infrastruktur pendidikan tinggi seni melalui pembangunan Gedung Laboratorium Seni Rupa dan Desain.
Kehadiran fasilitas baru ini diharapkan menjadi pusat pembelajaran berbasis praktik, riset, dan inovasi yang mampu meningkatkan kualitas lulusan sekaligus mendukung pengembangan industri kreatif nasional.
Gedung laboratorium yang dibangun di kawasan kampus ISBI Aceh tersebut memiliki luas sekitar 1.197 meter persegi dengan konstruksi tiga lantai. Fasilitas ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran mahasiswa melalui studio, ruang praktik, dan laboratorium yang mendukung proses penciptaan karya seni rupa dan desain.
Rektor ISBI Aceh, Prof. Wildan, Kamis (16/7/2026) mengatakan pembangunan laboratorium merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan seni yang semakin membutuhkan dukungan sarana modern dan representatif.
Menurutnya, laboratorium tidak hanya menjadi tempat praktik mahasiswa, tetapi juga akan dikembangkan sebagai ruang kolaborasi, penelitian, pengembangan karya, hingga inkubasi industri kreatif yang mampu menjawab tantangan dunia seni dan desain saat ini.
"Pembangunan laboratorium ini bukan sekadar menghadirkan gedung baru, melainkan membangun ekosistem akademik yang lebih kuat. Mahasiswa membutuhkan ruang yang mampu mendorong kreativitas, riset, dan inovasi sehingga dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai artistik sekaligus daya saing," ujar Prof. Wildan.
Ia menambahkan, penguatan infrastruktur pendidikan menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Ke depan, laboratorium tersebut juga diharapkan menjadi pusat penyelenggaraan pameran, pelatihan, serta berbagai kegiatan yang melibatkan sivitas akademika, pelaku industri kreatif, dan masyarakat.
Pembangunan fasilitas ini dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor ekonomi kreatif. Melalui laboratorium yang lebih modern, mahasiswa diharapkan memiliki pengalaman belajar yang lebih komprehensif sehingga siap berkontribusi dalam pengembangan seni, budaya, dan industri kreatif Indonesia.
Dukungan terhadap pembangunan laboratorium juga datang dari masyarakat sekitar kampus. Pemerintah Desa Bukit Meusara berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat melalui pelatihan, pameran, serta berbagai program pengabdian yang memberi manfaat bagi warga.
Lebih lanjut Rektor menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan seni yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus mendukung lahirnya talenta kreatif yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.