ISBI Aceh Buka Penjaringan Bakal Calon Rektor Periode 2026-2030
Gerbang utama Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh.
Gerbang utama Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh.
Jantho, InfoPublik - Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh resmi memulai proses penjaringan bakal calon Rektor periode 2026–2030. Tahapan ini menjadi momentum strategis untuk menghadirkan kepemimpinan baru yang mampu memperkuat peran perguruan tinggi seni dan budaya dalam meningkatkan daya saing sumber daya manusia serta melestarikan kekayaan budaya Indonesia di tingkat nasional dan global.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor ISBI Aceh, Saniman Andi Kafri, Kamis (16/7/2026) kepada MC Aceh mengatakan proses seleksi dibuka bagi dosen Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari seluruh Indonesia yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Seleksi tersebut diharapkan menghasilkan pemimpin berintegritas, memiliki kapasitas akademik yang kuat, pengalaman manajerial, serta visi yang mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi di era transformasi.
Menurutnya, penguatan kepemimpinan perguruan tinggi seni dan budaya menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan nasional, terutama dalam mencetak lulusan yang kreatif, inovatif, dan mampu mengembangkan industri kreatif berbasis budaya lokal.
"ISBI Aceh membutuhkan pemimpin yang mampu membawa institusi semakin maju, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memperluas kontribusi seni dan budaya Indonesia di tingkat nasional maupun internasional," ujar Saniman.
Panitia menetapkan sejumlah persyaratan bagi bakal calon rektor, di antaranya berstatus dosen PNS dengan jabatan akademik minimal Lektor Kepala, bergelar Doktor (S3), memiliki pengalaman manajerial sekurang-kurangnya sebagai Ketua Jurusan atau jabatan setara selama minimal dua tahun, sehat jasmani dan rohani, bebas narkotika, tidak pernah melakukan plagiarisme, tidak sedang menjalani hukuman disiplin, serta telah menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Pendaftaran bakal calon rektor dibuka mulai 14 Juli hingga 22 Agustus 2026 pada hari kerja pukul 09.00–16.00 WIB. Seluruh dokumen administrasi diserahkan dalam bentuk fisik kepada Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor ISBI Aceh di Kampus ISBI Aceh, Kota Jantho, serta dalam bentuk digital melalui laman resmi pemilihan rektor.
Selain memenuhi persyaratan administrasi, setiap bakal calon juga diwajibkan menyusun makalah yang memuat visi, misi, dan program kerja. Dokumen tersebut akan menjadi dasar penilaian sekaligus dipresentasikan di hadapan Senat ISBI Aceh pada tahapan penyampaian gagasan kepemimpinan.
Rangkaian seleksi meliputi penjaringan, verifikasi administrasi, penetapan bakal calon, penyampaian visi dan misi, hingga penetapan tiga calon rektor oleh Senat. Selanjutnya, ketiga nama tersebut akan mengikuti proses pemilihan bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sesuai mekanisme yang berlaku.
Sesuai jadwal, penyampaian visi, misi, dan program kerja dijadwalkan berlangsung pada 21 September 2026, sedangkan pemilihan rektor oleh Senat bersama Menteri dilaksanakan pada periode 10 Oktober hingga 21 November 2026. Hasil pemilihan akan disampaikan kepada Menteri pada 25 November 2026.
Panitia menegaskan seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara terbuka, transparan, akuntabel, dan tanpa dipungut biaya. Peserta diminta mengikuti informasi resmi yang disampaikan panitia, sementara keikutsertaan dapat dibatalkan apabila ditemukan dokumen atau data yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Proses pemilihan ini diharapkan menghasilkan kepemimpinan yang mampu memperkuat posisi ISBI Aceh sebagai perguruan tinggi seni dan budaya yang berkontribusi terhadap pengembangan pendidikan tinggi, riset, pelestarian budaya, serta penguatan industri kreatif sebagai salah satu pilar pembangunan nasional.