Banda Aceh, InfoPublik - Sebanyak 146 calon mahasiswa asal Aceh mengikuti ujian muadalah Al-Azhar Mesir yang digelar serentak di lima lokasi. Ujian tersebut merupakan tahapan wajib untuk penyetaraan ijazah sebagai syarat melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Mesir.
Pelaksanaan ujian berlangsung di Banda Aceh, Bireuen, Langsa, Kutacane, dan Meulaboh dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh. Banda Aceh menjadi lokasi dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 77 orang, disusul Bireuen sebanyak 25 peserta, Langsa 16 peserta, Kutacane 15 peserta, dan Meulaboh 13 peserta.
Di Kabupaten Bireuen, ujian dipusatkan di Pesantren Modern Al Zahrah. Sebanyak 25 peserta mengikuti ujian yang berlangsung mulai pukul 12.00 hingga 18.00 WIB.
Perwakilan Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh Cabang Bireuen, Afkar, Lc., Kamis (2/7/2026) mengatakan seluruh peserta mengerjakan soal secara daring menggunakan laptop masing-masing dengan durasi ujian selama 120 menit. "Peserta mengikuti ujian sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Seluruh proses berjalan tertib dan lancar," kata Afkar.
Ia menjelaskan, materi yang diujikan meliputi Ulumul Arabiyah (ilmu bahasa Arab) dan Ulumul Syariat (ilmu syariat), yang menjadi standar kemampuan akademik bagi calon mahasiswa sebelum diterima di Universitas Al-Azhar.
Menurut Afkar, ujian muadalah menjadi salah satu tahapan paling penting dalam proses keberangkatan mahasiswa ke Mesir karena berfungsi sebagai penyetaraan ijazah pendidikan Indonesia dengan ijazah tingkat menengah di Mesir.
Tanpa dinyatakan lulus dalam proses muadalah, calon mahasiswa tidak dapat melanjutkan pendaftaran ke Universitas Al-Azhar melalui jalur mandiri maupun jalur nonbeasiswa.
Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Tgk. H. M. Fadhil Rahmi, Lc., M.Ag., memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar tetap fokus dan optimistis selama mengikuti seluruh rangkaian seleksi.
"Teruslah bersemangat dan bersungguh-sungguh. Semoga seluruh peserta dapat melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar Mesir dan menjadi generasi yang membawa manfaat bagi bangsa dan daerah," ujarnya.
Turut hadir dalam pelaksanaan ujian di Bireuen perwakilan IKAT Aceh Cabang Bireuen, Muhammad Fairuzzabadi, Lc., yang ikut memantau jalannya kegiatan.
Universitas Al-Azhar di Kairo merupakan salah satu perguruan tinggi Islam tertua dan paling bergengsi di dunia. Setiap tahun, ribuan pelajar Indonesia mengikuti proses seleksi untuk melanjutkan pendidikan di kampus tersebut melalui berbagai tahapan, termasuk ujian muadalah sebagai syarat utama pengakuan ijazah.