Tidore, InfoPublik- Polresta Tidore memusnahkan ribuan barang bukti minuman keras, narkotika, dan obat-obatan terlarang hasil Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) 2026 serta hasil penindakan perkara dugaan penyalahgunaan narkotika 2025.
Pemusnahan dilakukan di halaman Polresta Tidore, Senin (8/6/2026), sebagai bentuk komitmen dalam memberantas peredaran barang-barang ilegal yang meresahkan masyarakat.
Kegiatan tersebut diawali dengan penandatanganan berita acara pemusnahan oleh Kapolresta Tidore Kombes Pol Ampi Mesias, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Tidore Kepulauan Rudy Ipaenin, serta Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan Ade Kama.
Kombes Pol Ampi Mesias mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil operasi dan penindakan yang dilakukan jajarannya sepanjang 2026.
“Namun bukan hanya itu saja, akan tetapi terdapat juga barang temuan berupa sediaan farmasi yang hendak diperjualbelikan untuk disalahgunakan berupa obat-obatan,” kata dia.
Ia menegaskan, pemusnahan tersebut merupakan bukti keseriusan Polresta Tidore dalam menekan peredaran minuman keras, narkotika, dan obat-obatan yang berpotensi disalahgunakan.
“Kegiatan ini adalah bukti nyata komitmen kami memberantas peredaran minuman keras, narkotika maupun peredaran obat-obatan yang akan disalahgunakan,” ujar dia.
Dalam kegiatan itu, Polresta Tidore memusnahkan 2.116 kantong plastik minuman keras jenis cap tikus, 50 botol minuman ciu, satu botol berisi cap tikus, 96 botol bir hitam, dan enam galon cap tikus.
Selain itu, turut dimusnahkan barang bukti narkotika jenis ganja seberat 0,63 gram serta obat-obatan yang terdiri atas 270 tablet Vetasen, 664 sachet Komix, dan 200 butir Neomethor.
Rudy Ipaenin menyampaikan apresiasi kepada Polresta Tidore atas upaya pencegahan dan penindakan terhadap peredaran minuman keras, narkotika, dan obat-obatan terlarang.
“Pemusnahan barang bukti yang kita saksikan hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial, namun ini merupakan simbol nyata komitmen dan ketegasan aparat penegak hukum bersama seluruh elemen masyarakat dalam memerangi berbagai bentuk penyakit masyarakat yang dapat merusak generasi,” kata dia.
(Uyun/MC Tidore)