Buleleng, InfoPublik – Wakil Bupati (Wabup) Buleleng, Gede Supriatna, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan Bung Karno melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila, nasionalisme, dan ajaran Trisakti di tengah tantangan era digital yang terus berkembang.
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka rangkaian Bulan Bung Karno VIII 2026 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno, Senin (1/6/2026), yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila dan pagelaran seni budaya.
Menurut Supriatna, Bulan Bung Karno tidak boleh dimaknai sekadar sebagai kegiatan seremonial atau mengenang sosok proklamator, melainkan menjadi momentum refleksi untuk menumbuhkan kembali semangat perjuangan dalam kehidupan sehari-hari.
“Semangat tersebut menjadi modal penting kita dalam menghadapi tantangan pembangunan sekaligus menjaga persatuan bangsa,” kata Wabup Buleleng.
Ia menjelaskan, tema Bulan Bung Karno VIII 2026, Kawya Atma Kerthi yang bermakna Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator, mengandung pesan agar masyarakat terus meneladani nilai-nilai perjuangan Bung Karno dalam membangun bangsa dan daerah.
Supriatna juga menekankan pentingnya mengimplementasikan ajaran Trisakti yang diwariskan Bung Karno, yakni berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut tetap relevan sebagai pedoman menghadapi berbagai tantangan global, termasuk perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
Lebih lanjut, ia menyoroti berbagai risiko yang muncul di era digital, mulai dari penyebaran informasi palsu, ancaman siber, hingga ketergantungan terhadap teknologi asing. Karena itu, masyarakat perlu memperkuat literasi digital sekaligus menjaga kedaulatan bangsa melalui pemanfaatan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
“Momentum Bulan Bung Karno harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus mengedepankan sikap toleransi, meningkatkan kecintaan terhadap produk dalam negeri, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap tradisi, adat, seni, dan budaya bangsa sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Nyoman Widiartha mengatakan peringatan Bulan Bung Karno VIII bertujuan menggelorakan kembali nilai-nilai luhur ajaran dan keteladanan Bung Karno melalui berbagai kegiatan sosial, budaya, dan edukatif.
Menurutnya, rangkaian kegiatan sepanjang Juni 2026 juga diarahkan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila, memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta melestarikan adat dan budaya lokal sebagai identitas bangsa.
Pembukaan Bulan Bung Karno VIII berlangsung meriah dengan penampilan Tari Pancasila, tabuh kreasi, tari penyambutan, Joged Bumbung kolaborasi bondres, hingga pertunjukan musik lokal Buleleng.
“Pagelaran tersebut menjadi simbol bahwa semangat perjuangan Bung Karno tidak hanya diwariskan melalui gagasan dan pemikiran, tetapi juga melalui pelestarian seni dan budaya sebagai jati diri bangsa,” ungkap Widiartha.
Rangkaian Bulan Bung Karno VIII akan berlangsung sepanjang Juni 2026 hingga tingkat desa dan kelurahan di Kabupaten Buleleng. Berbagai kegiatan telah disiapkan, mulai dari donor darah, aksi bersih sampah, bantuan sosial, sosialisasi wawasan kebangsaan, hingga program pemberdayaan masyarakat.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap nilai-nilai perjuangan Bung Karno terus hidup dan diwujudkan dalam tindakan nyata untuk mendukung kemajuan daerah, memperkuat persatuan, serta membangun karakter bangsa di tengah perubahan zaman.