Curah Hujan Masih Rendah, Tetap Waspada Potensi Karhutla
Peta perbandingan prediksi awal musim hujan 2026/2027. (Foto: BMKG)
Peta perbandingan prediksi awal musim hujan 2026/2027. (Foto: BMKG)
Jakarta, InfoPublik – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu diwaspadai di sejumlah wilayah Indonesia yang mengalami curah hujan rendah.
Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab menjelaskan, fenomena El Nino yang masih aktif turut memengaruhi berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Fenomena tersebut diprediksi bertahan hingga awal 2027.
BMKG juga memprediksi 61,08 persen luas daratan Indonesia akan mengalami keterlambatan awal musim hujan 2026 dibandingkan kondisi normal. Meski demikian, puncak musim hujan diperkirakan tetap berlangsung pada Desember 2026 hingga Februari 2027.
“Awal musim hujan datangnya mundur, tapi puncaknya sama. Artinya, puncak musim hujan akan tetap terjadi Desember, Januari, Februari,” ujar Fachri dalam paparannya dalam konferensi pers, yang dikutip di Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Menurut Fachri, musim hujan di Indonesia tidak berlangsung serentak. Sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara telah memasuki musim hujan sehingga dampak El Nino di daerah tersebut mulai berkurang.
BMKG juga memantau kondisi Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut di sejumlah wilayah. Beberapa lokasi telah mengalami HTH kategori ekstrem panjang, yakni lebih dari 60 hari tanpa hujan. Salah satu lokasi dengan periode terpanjang yang disebutkan Fachri adalah Bantul, dengan 161 hari berturut-turut tanpa hujan.
Sementara itu, berdasarkan prediksi curah hujan per dasarian, sejumlah wilayah seperti Sumatra Selatan, Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan sebagian besar Sulawesi masih mengalami curah hujan masih sangat rendah pada dasarian II Oktober. "Kondisi tersebut membuat potensi karhutla di wilayah-wilayah tersebut tetap perlu diwaspadai," ungkapnya.
Memasuki dasarian I November, peluang peningkatan curah hujan diperkirakan mulai terlihat di Kalimantan Barat. Namun, sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan bagian selatan, dan Sulawesi masih memerlukan perhatian karena curah hujan diperkirakan masih terbatas.
Untuk mendukung penanganan karhutla, BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta TNI-Polri terus melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pelaksanaannya didasarkan pada pemantauan harian terhadap potensi pertumbuhan awan hujan.
Fachri menyampaikan, pemantauan untuk sepekan ke depan menunjukkan peluang pelaksanaan OMC masih tersedia di sejumlah lokasi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. BMKG terus memantau perkembangan kondisi atmosfer dan curah hujan untuk mendukung upaya penanganan karhutla, terutama di wilayah yang masih mengalami kondisi kering menjelang masuknya musim hujan.
© Copyright 2026, All Rights Reserved