Jakarta, InfoPublik – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan operasional penuh Rumah Sakit Tria Dipa (RSTD) di Jalan KH Guru Amin, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026). Kehadiran rumah sakit tersebut dinilai penting untuk memperkuat jejaring pelayanan kesehatan dan sistem rujukan di Jakarta.
Pramono Anung mengatakan, RSTD memiliki fasilitas yang memadai serta layanan unggulan di bidang uronefrologi dan jantung strata madya. Rumah sakit tersebut juga diharapkan dapat mendukung pelayanan kegawatdaruratan dan critical care di Jakarta. “Dengan fasilitas yang memadai serta layanan unggulan di bidang uronefrologi dan jantung strata madya, RSTD menjadi bagian dari penguatan jejaring pelayanan kesehatan, khususnya dalam layanan kegawatdaruratan, critical care, serta sistem rujukan di Jakarta,” ujarnya.
RSTD telah berdiri sejak 2008. Pada Januari 2023, rumah sakit tersebut bertransformasi di bawah kepemilikan Anak Bangsa dan manajemen baru. RSTD juga telah melayani peserta BPJS Kesehatan.
Dari sisi kapasitas, RSTD memiliki 100 tempat tidur, yang terdiri atas enam tempat tidur ICU, dua tempat tidur NICU, dan dua tempat tidur PICU. Rumah sakit ini juga didukung 67 dokter spesialis.
Sejumlah layanan unggulan yang tersedia meliputi urologi, kardiologi (cardio), bedah plastik dan estetika, medical check-up (MCU), serta endoskopi diagnostik.
Menurut Pramono, keberadaan RSTD menambah dukungan terhadap ekosistem pelayanan kesehatan di Jakarta yang saat ini ditopang oleh berbagai jenis fasilitas kesehatan. “Saat ini, Jakarta memiliki 196 rumah sakit yang terdiri atas rumah sakit daerah, rumah sakit vertikal, rumah sakit milik kementerian atau lembaga, rumah sakit TNI dan Polri, serta rumah sakit swasta. Keberadaan RSTD diharapkan semakin memperkuat ekosistem pelayanan kesehatan dan sistem rujukan di Jakarta,” urai Pramono.
Selain penguatan layanan medis, akses menuju rumah sakit juga menjadi perhatian dalam mendukung penanganan pasien, khususnya dalam kondisi darurat. Direktur PT Tria Dipa Medika, Sukmo Hadi Nugroho menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Pramono atas pemberian izin pelebaran akses keluar-masuk rumah sakit. “Bila sebelumnya akses hanya selebar enam meter, dengan kondisi jalan dari Pasar Minggu ke arah Pancoran maupun sebaliknya yang begitu padat setiap hari, hal-hal yang membutuhkan penanganan darurat akan menyulitkan kami dalam menangani pasien,” tuturnya.
Sukmo Hadi menilai pelebaran akses tersebut akan membantu rumah sakit menangani pasien dalam kondisi darurat secara lebih cepat. Kemudahan akses dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung ketepatan waktu pelayanan. “Tentu pelebaran akses ini akan dapat menyelamatkan banyak jiwa dalam keadaan darurat dan lebih banyak pasien yang dapat ditangani tepat waktu. Peralatan kami juga sangat mendukung layanan unggulan yang kami miliki,” pungkasnya.