Jakarta, InfoPublik – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, mengajak seluruh keluarga Indonesia meluangkan satu jam setiap hari tanpa gawai (gadget) sebagai upaya memperkuat hubungan antara orang tua dan anak sekaligus mencegah meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Menurut menteri yang biasa di sapa Arifah itu, penggunaan gadget yang semakin intensif telah mengurangi kualitas interaksi dalam keluarga dan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tumbuh kembang anak di era digital.
"Kami menginisiasi program Satu Jam Berkualitas dalam Keluarga Tanpa Gadget yang diluncurkan pada Ramadan 2025. Tujuannya sederhana, mengembalikan komunikasi dan kedekatan emosional antara orang tua dan anak," ujar Arifah dalam Media Gathering Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) di Media Center Kementerian Komunikasi dan Digital (KemKomdigi), Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Ia mengatakan pemerintah tidak ingin hanya berperan sebagai "pemadam kebakaran" yang bergerak setelah kasus kekerasan terjadi, tetapi lebih mengedepankan langkah pencegahan melalui penguatan keluarga. "Kami ingin fokus pada pencegahan. Energi pemerintah tidak boleh habis hanya untuk menangani kasus demi kasus, tetapi harus diarahkan membangun sistem yang mampu mencegah kekerasan sejak awal," katanya.
Arifah menjelaskan, berdasarkan analisis Kementerian PPPA, terdapat lima faktor utama yang memicu kekerasan terhadap perempuan dan anak, yakni kondisi ekonomi, perubahan pola pengasuhan, penggunaan gadget yang berlebihan, lingkungan sosial, serta perkawinan usia anak.
Menurutnya, penggunaan gadget secara berlebihan tidak hanya terjadi pada anak-anak, tetapi juga orang tua, sehingga hubungan emosional dalam keluarga semakin renggang. "Yang kecanduan gadget bukan hanya anak-anak, orang tuanya juga. Akibatnya komunikasi berkurang, kedekatan emosional semakin jauh, sementara anak membutuhkan perhatian dan teladan dari keluarganya," ujarnya.
Ia menilai orang tua harus menjadi contoh dalam penggunaan perangkat digital secara bijak karena anak akan meniru kebiasaan yang mereka lihat setiap hari.