Jakarta, InfoPublik – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menegaskan komitmennya memperkuat perlindungan anak melalui dukungan terhadap Gerakan Nasional #RuangAmanNyamanAnak (Gernas RANA) yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
Komitmen tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) dan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Gernas RANA menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap anak Indonesia tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, sehat, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Perlindungan tersebut mencakup lingkungan keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, tempat pengasuhan, hingga ruang digital.
Gerakan ini juga menjadi wujud kolaborasi lintas kementerian dan lembaga bersama pemerintah daerah, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media, serta berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat sistem perlindungan anak secara menyeluruh.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan bahwa Gernas RANA bertujuan menghadirkan ruang yang aman, nyaman, sehat, inklusif, dan penuh kasih bagi tumbuh kembang anak Indonesia.
"Anak harus merasa aman dan nyaman di mana pun mereka berada, mulai dari keluarga, satuan pendidikan, tempat pengasuhan anak, ruang publik, hingga ruang digital. Melalui gerakan ini, kita juga harus memastikan adanya respons cepat ketika anak berada dalam situasi yang tidak aman atau tidak nyaman. Momentum Harganas dan HAN menjadi kesempatan penting untuk menggerakkan seluruh elemen bangsa dalam menciptakan ruang aman dan nyaman bagi anak," ujar Pratikno pada Peluncuran Gerakan #RuangAmanNyamanAnak dalam Forum Kolaborasi dan Aksi Keluarga Indonesia 2026, seperti disampaikan dalam siaran pers KemenPPPA Senin (25/6/2026).
Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menegaskan Kemen PPPA siap bersinergi dan menjadi salah satu penggerak utama dalam pelaksanaan Gernas RANA. Gerakan tersebut menjadi fondasi yang perlu terus diperkuat agar keluarga mampu menjalankan perannya sebagai ruang pertama yang aman dan nyaman bagi anak.
"Melalui gerakan ini, kita ingin memastikan setiap anak Indonesia tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, sehat, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan," kata Arifah.
Kemen PPPA juga terus memperkuat perlindungan anak di ruang digital melalui berbagai kebijakan dan regulasi agar anak dapat memanfaatkan teknologi secara aman, sehat, dan bertanggung jawab.
Selain itu, Kemen PPPA mengoptimalkan berbagai program dan layanan untuk mendukung pemenuhan hak serta perlindungan anak, di antaranya Layanan SAPA 129, Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), serta penguatan partisipasi anak melalui Forum Anak Nasional dan Forum Anak Daerah (FAN/FAD). "Kemen PPPA akan terus mengoptimalkan berbagai program dan layanan yang telah dikembangkan untuk mendukung pemenuhan hak dan perlindungan anak," ujar Arifah.
Dalam forum tersebut juga dilakukan penyerahan Keputusan Menteri Koordinator tentang Satuan Tugas Penguatan Tata Kelola Layanan Pengasuhan Sementara kepada Kemen PPPA dan sejumlah kementerian/lembaga terkait.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan Menko PMK dan Menteri PPPA ke berbagai stan edukatif yang menghadirkan permainan pembentukan karakter, kelas pengasuhan, layanan konseling kesehatan mental, serta penampilan monolog dari Forum Anak DKI Jakarta sebagai bentuk aspirasi anak untuk menghadirkan ruang yang aman dan nyaman di berbagai aspek kehidupan.
Melalui Gernas RANA, pemerintah berharap sinergi seluruh elemen bangsa semakin kuat dalam mewujudkan Indonesia yang ramah anak, sehingga setiap anak dapat tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal menuju Generasi Emas 2045.