Semarang, InfoPublik — Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Jawa Tengah, meresmikan Asrama Elnath setinggi lima lantai dengan kapasitas hingga 600 taruna sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan dan pembinaan sumber daya manusia di sektor pelayaran.
Peresmian asrama tersebut dilakukan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), Suharto, pada Selasa! (10/3/2026)
Dalam sambutannya, Suharto menegaskan bahwa asrama bagi taruna bukan sekadar fasilitas hunian, melainkan ruang pembinaan yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari para taruna. “Asrama bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga ruang pembinaan yang membentuk karakter humanis, kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan dalam kehidupan taruna,” ujar Suharto.
Asrama Elnath dibangun menggunakan dana Saldo Awal Badan Layanan Umum (BLU) milik PIP Semarang. Suharto mengapresiasi langkah tersebut karena dinilai sebagai strategi pengelolaan keuangan yang inovatif dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Menurutnya, pengelolaan BLU yang baik menuntut pimpinan lembaga tidak hanya berperan sebagai birokrat administratif, tetapi juga memiliki semangat kewirausahaan dalam mengembangkan institusi. “Saya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Direktur PIP Semarang dan jajarannya. Dalam mengelola BLU tidak hanya menjalankan fungsi struktural, tetapi juga menunjukkan semangat birokrat yang entrepreneur,” kata Suharto.
Ia menilai pembangunan asrama baru tersebut menjadi bukti kemandirian lembaga pendidikan di bawah Kementerian Perhubungan dalam meningkatkan fasilitas pendidikan bagi para taruna.
Nama Elnath diambil dari salah satu bintang dalam ilmu navigasi astronomi yang sejak lama digunakan para pelaut sebagai penunjuk arah di tengah lautan.
Menurut Suharto, filosofi tersebut mencerminkan harapan agar asrama ini dapat menjadi tempat pembinaan yang memberikan arah dan inspirasi bagi para taruna dalam menjalani proses pendidikan. “Elnath merupakan bintang yang menjadi acuan navigasi bagi pelaut untuk menentukan posisi kapal di tengah lautan. Filosofinya, asrama ini diharapkan menjadi lingkungan yang memberi arah dan bimbingan bagi para taruna,” jelasnya.
Ia juga berpesan agar para taruna tidak hanya melihat kemegahan bangunan asrama, tetapi menjadikannya motivasi untuk meningkatkan prestasi dan inovasi.
Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Mafrisal, menjelaskan bahwa pembangunan asrama baru menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya jumlah taruna setiap tahun.
Pada 2023, jumlah taruna yang menghuni asrama mencapai 1.098 orang atau sekitar 68,8 persen dari kapasitas. Angka tersebut meningkat pada 2024 menjadi 1.354 taruna atau 86 persen.
Sementara pada 2025, jumlah penghuni asrama mencapai 1.627 taruna atau 102 persen dari kapasitas maksimal sebelumnya yang hanya mampu menampung 1.600 taruna. “Oleh karena itu, revitalisasi dan pengembangan Asrama Elnath menjadi langkah strategis untuk menambah kapasitas hunian sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan pembinaan,” ujar Mafrisal.
Dengan tambahan kapasitas hingga 600 taruna, total kapasitas asrama di PIP Semarang kini meningkat menjadi 2.004 taruna, sehingga tingkat okupansi pada 2026 diperkirakan turun menjadi sekitar 79 persen.
Asrama Elnath sebelumnya merupakan Kompi B (Gienah) yang kemudian direvitalisasi melalui program pembangunan gedung peningkatan layanan. Bangunan ini memiliki luas 5.270 meter persegi di atas lahan berukuran 18,3 x 57,6 meter.
Gedung tersebut terdiri dari lima lantai yang dirancang secara modern dan fungsional untuk mendukung kegiatan pembinaan dan kehidupan sehari-hari para taruna.
Pembangunan fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan pelayaran nasional sekaligus memperkuat pembentukan karakter taruna sebagai calon pelaut profesional.