Jakarta, InfoPublik — Kehadiran pelatih asal Malaysia Dhaarma Raj sejak 2020 terbukti membawa perubahan signifikan bagi prestasi Tim Nasional Hockey Indonesia, khususnya nomor indoor putra. Dalam kurun tiga tahun terakhir, Indonesia tidak hanya mencetak sejarah di level Asia Tenggara, tetapi juga mulai menempatkan atlet-atletnya di kompetisi elite Eropa.
Dhaarma Raj, yang saat ini menangani Timnas Hockey Indonesia di bawah kontrak Pengurus Besar Federasi Hockey Indonesia (PP FHI), berhasil mengangkat performa tim secara konsisten meski proses naturalisasinya sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) hingga kini belum mendapat persetujuan pemerintah.
Momentum kebangkitan hockey Indonesia bermula pada SEA Games ke-32 Kamboja 2023. Pada ajang tersebut, Timnas Hockey Indoor Putra Indonesia secara mengejutkan merebut medali emas, usai mengalahkan Malaysia di partai final. Kemenangan itu menjadi emas pertama sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia di nomor tersebut.
Hasil tersebut sekaligus memutus dominasi Malaysia yang selama ini dikenal sebagai kekuatan utama hockey Asia Tenggara dan langganan juara SEA Games. Sejak saat itu, kekuatan Timnas Hockey Indonesia mulai diperhitungkan di kawasan.
Keberhasilan tersebut tidak berhenti di Kamboja. Pada SEA Games ke-33 Thailand 2025, Dhaarma Raj kembali membuktikan kapasitasnya dengan membawa Adi Darmawan dan kawan-kawan mempertahankan medali emas, kembali menaklukkan Malaysia di partai final.
Selain prestasi tim, dampak kepelatihan Dhaarma Raj juga terlihat dari lahirnya pemain-pemain hockey Indonesia yang mampu menembus liga-liga Eropa. Tercatat, enam atlet Indonesia kini bermain di klub-klub luar negeri.
Revo Priliandro dan Yuan Jodie Hibatullah memperkuat LKS Gasawa HC di Liga Super Hockey Polandia. Prima Rinaldi dan Fajar Jaelani bergabung dengan C.D Malaga 91 di Liga Hockey Spanyol. Sementara Adi Darmawan Leksono dan Muhammad Alfiana memperkuat Bremer Hockey Club di Jerman dan dijadwalkan tampil pada EURO Indoor Hockey Club Trophy 2026.
“Mereka bisa bermain di Liga Eropa karena kualitas dan skill-nya sudah kelas dunia. Klub-klub Eropa membutuhkan pemain dengan karakter seperti mereka,” ujar Coach Dhaarma Raj sebagimana siaran persnya yang diterima InfoPublik, Kamis (15/1/2026).
Reputasi Dhaarma Raj dalam mencetak pemain berkualitas memang telah dikenal luas. Pada 2018, saat menangani Timnas Hockey Putri Malaysia, ia berhasil mengantarkan 18 pemain tampil di Liga Eropa.
“Saat ini pemain indoor Indonesia sudah mendapat tempat di Eropa. Sementara Malaysia lebih banyak mengisi di nomor field,” jelasnya.
Dhaarma Raj juga mengulas kualitas individu para atlet Indonesia. Muhammad Alfiana, yang bermain di Bremer HC, dinilai sebagai striker berbahaya dengan tingkat konversi gol tinggi.
“Tembakan Alfiana 90 persen berbuah gol. Di SEA Games Thailand 2025 melawan Kamboja, dia mencetak 10 gol dan juga sangat kuat dalam penalty corner,” ungkapnya.
Sementara Adi Darmawan Leksono disebut sebagai pemain serbabisa dengan kontribusi besar dalam membangun serangan. “Adi rajin, bisa bermain di banyak posisi, salah satu penyumbang assist terbaik, dan sangat berbahaya saat penalty corner,” kata Dhaarma.
Bahkan, menurutnya, Adi mulai diperbincangkan sebagai salah satu bintang hockey dunia, khususnya di komunitas hockey Malaysia.
Adapun Yuan Jodie Hibatullah dinilai memiliki kontrol bola dan naluri gol yang kuat, sedangkan Revo Priliandro dikenal sebagai pemain belakang yang menjadi pengatur serangan dan kerap mencetak gol. Keduanya juga berperan membawa Royal Thai Army HC menjadi juara Liga Hockey Thailand 2025.
Untuk Prima Rinaldi dan Fajar Jaelani, Dhaarma menilai keduanya memiliki keunggulan dalam penalty corner, kecepatan membaca permainan, serta kemampuan bertahan dan menyerang yang seimbang, sehingga layak bermain di Liga Spanyol.
Capaian ini menegaskan bahwa pembinaan hockey nasional Indonesia mulai menunjukkan hasil konkret, tidak hanya di level regional, tetapi juga pada peta persaingan internasional.