Depok, InfoPublik – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok Manto menegaskan Pemerintah Kota Depok berkomitmen dalam memperkuat keterbukaan informasi publik melalui peningkatan kualitas data, layanan digital, dan penyediaan informasi yang akurat.
Hal tersebut disampaikannya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok Mantodalam sambutan pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kapasitas Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dalam Pengelolaan Akses dan Aset Konten Informasi Publik pada Jumat (12/12/2025) di Depok, Jawa Barat.
“Komitmen ini berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 14 Tahun 2008 mengamanatkan setiap badan publik untuk memberikan informasi yang akurat, benar, dan tidak menyesatkan. Depok sendiri telah memulai langkah tersebut melalui platform Satu Data Depok pada 2024 diakses lebih dari 2.000 pengguna, sebagian besar mahasiswa dan masyarakat luar daerah,” kata Manto.
Lanjutnya, Pemerintah Kota Depok terus memperluas akses layanan publik melalui platform Depok Single Window, yang memungkinkan masyarakat mengakses berbagai layanan tanpa harus datang ke kantor. Layanan administrasi seperti pembuatan NIK bahkan sudah dilakukan secara online.
Dalam melayani permintaan informasi, Manto menjelaskan Pemerintah Kota Depok tetap menjunjung prinsip keterbukaan, termasuk pada permintaan data bantuan sosial yang sering diajukan warga. Namun demikian, perlindungan data pribadi tetap menjadi prioritas.
“Informasi harus diberikan, tetapi data pribadi hanya boleh disampaikan dalam bentuk agregat sesuai aturan perlindungan data,” tegasnya.
Pentingnya Program Unggulan Daerah
Manto juga menggarisbawahi pentingnya program unggulan daerah, seperti Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) yang menampung 3.000 siswa pada 2025. Ia menilai program ini sebagai bukti komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi hak dasar warga, selaras dengan kebijakan pemerintah pusat.
“Pak Wali tidak ingin ada warga Depok yang putus sekolah. Ini sejalan dengan komitmen pemerintah pusat untuk memastikan tidak ada rakyat yang mengalami kekurangan dasar,” ujarnya.
Manto berharap bimtek ini dapat meningkatkan komitmen peserta dalam memahami regulasi, mengoptimalkan dokumentasi, meningkatkan kualitas layanan informasi, serta menjaga kerahasiaan informasi yang dikecualikan.
“Mari kita manfaatkan forum ini untuk berbagi pengalaman dan memperkuat tata kelola informasi publik yang transparan dan melayani,” ujar Manto.