Yogyakarta, InfoPublik – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menguatkan kualitas guru dan pembelajaran melalui rangkaian agenda Bulan Guru Nasional (BGN) 2025. Salah satu kegiatan strategisnya adalah Press Tour dan Direktur Mengajar, yang hari ini dilaksanakan di SD Negeri Pojokusuman 1, Kota Yogyakarta. Program ini menjadi ruang evaluasi langsung antara pimpinan Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar (GTKPG) dengan guru, kepala sekolah, dan pemerintah daerah.
Direktur Guru Pendidikan Dasar (Dikdas) Ditjen GTKPG, Rachmadi Widdiharto, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk konkret apresiasi pemerintah terhadap guru. “Kami ingin membangun engagement dan empati. Guru adalah pilar utama dalam memajukan generasi muda, membentuk SDM unggul, berdaya saing, dan berkarakter,” ujar Rachmadi, saat ditemui di Pojokusuman 1, Kamis (20/11/2025).
Rachmadi menjelaskan bahwa BGN tahun ini diisi rangkaian program relevan, mulai dari kunjungan lapangan, webinar, hingga podcast yang mengangkat peran guru sebagai fondasi pendidikan bermutu untuk semua. Di puncak peringatan Hari Guru Nasional pada 25 November, para pimpinan Kemendikdasmen akan melakukan kunjungan serentak ke berbagai wilayah. Sementara pada 28 November, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir sebagai bentuk perhatian terhadap tenaga pendidik.
Dalam kunjungan ke kelas VI, Direktur Dikdas itu kembali merasakan suasana mengajar yang mengingatkannya pada masa sebagai guru 30 tahun lalu. Menurutnya, karakter siswa saat ini jauh lebih aktif dan terpapar informasi dari berbagai sumber. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang. “Guru harus mampu mengimbangi dan memanfaatkan sumber belajar yang juga diakses siswa. Pembelajaran harus lebih bermakna, menyenangkan, dan menantang rasa ingin tahu,” tegasnya.
Ia mencontohkan bagaimana materi bangun ruang dapat dihubungkan dengan cita-cita siswa: Untuk calon dokter, pemahaman takaran obat, Untuk calon musisi, penghitungan kapasitas ruangan konser, dan Untuk calon polisi, perhitungan kapasitas area publik. “Jika anak memahami manfaatnya, pembelajaran menjadi lebih sadar, relevan, dan menggembirakan,” tambahnya.
Meningkatkan Kompetensi Guru
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, menyatakan dukungan penuh terhadap program Kemendikdasmen. Kota Yogyakarta terus memperkuat kesiapan guru dan siswa menghadapi asesmen akademik SD–SMP pada April mendatang. “Kami lakukan pelatihan, trial asesment, hingga pelatihan penulisan soal. Tidak semua guru memiliki kemampuan itu, sehingga peningkatan kompetensi sangat penting,” kata Budi.
Pemkot Yogyakarta juga mengoperasikan Unit Layanan Disabilitas (ULD) sejak 2018 untuk mendukung pembelajaran inklusif, mulai dari asesmen psikologis hingga penyediaan guru pendamping khusus (GPK).
Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) D.I. Yogyakarta, Adi Wijaya, menyampaikan bahwa seluruh program prioritas Kemendikdasmen—seperti pembelajaran mendalam, Matematika Gembira, Coding–AI, dan literasi-numerasi—terus dikawal sampai tingkat sekolah.
Beberapa sekolah, termasuk SD Negeri Pojokusuman 1, telah mengimbaskan hasil pelatihan kepada semua guru sehingga implementasi berlangsung di seluruh kelas. BBGTK juga membuka Komunitas Belajar agar guru dapat berkonsultasi dan menyelesaikan kendala praktik. “Jika ada masalah, guru bisa datang langsung. Kami siap mendampingi dan melaporkan kebutuhan lapangan ke Ditjen GTKPG,” ujar Adi.
Kepala SDN Pojokusuman 1, Dwi Atmi Sutarini, menyampaikan bahwa sekolahnya telah mengimplementasikan berbagai program Kemendikdasmen, termasuk pembelajaran mendalam, Matematika Gembira, serta Coding dan AI.
Sekolah ini juga aktif sebagai sekolah inklusi, dengan 47 siswa berkebutuhan khusus yang telah melalui asesmen profesional. Selain dukungan GPK dari Pemkot, sekolah menyediakan asesmen psikologis berkala dan menerapkan Program Pembelajaran Individual (PPI). “Kami ingin memastikan semua anak terlayani, semua merasa difasilitasi, dan semua guru menerapkan pendekatan pembelajaran sesuai kebutuhan siswa,” ucapnya.
Menanggapi evaluasi lapangan, Rachmadi memastikan bahwa program Direktur Mengajar akan dievaluasi dan berpotensi dilanjutkan secara rutin. “Masukan dari lapangan adalah vitamin bagi kami. Semakin sering mendengar langsung, semakin tepat kebijakan yang kami rumuskan,” ujarnya.
Ke depan, kegiatan ini akan dikembangkan dengan mempertimbangkan kapasitas wilayah dan efektivitas pelaksanaan di lapangan.