Jum'at, 28 Maret 2025 12:53:54

KemenPKP Sinergi Lintas KL Dukung Program Tiga Juta Rumah

: Pertemuan Menteri PKP Mauarar Sirait, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir (Ristyan Mega Putra/ Komunikasi Publik Kementerian PKP)


Oleh Wahyu Sudoyo, Kamis, 20 Februari 2025 | 21:36 WIB - Redaktur: Untung S - 387


Jakarta, InfoPublik – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (KemenPKP), Bank Indonesia (BI), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (KemenBUMN) memperkuat sinergi dalam mendukung program tiga juta rumah bagi masyarakat melalui berbagai kebijakan strategis.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengatakan, saat ini, tim teknis yang dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Keuangan (Aamenkeu) Suahasil Nazara sedang bekerja dan akan kembali bertemu untuk merumuskan langkah konkret dalam implementasi kebijakan terkait perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

"Saya berterima kasih kepada Gubernur BI karena sangat cepat mendukung Program Tiga Juta Rumah. Bahkan, Gubernur BI juga menjawab bukan hanya tantangan perumahan, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi delapan persen," ujar Menteri PKP dalam keterangannya terkait pertemuan dengan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, seperti dilansir pada Kamis (20/2/2025).

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan pihaknya mendukung penuh program Asta Cita pemerintah dengan memberikan insentif likuiditas bagi sektor perumahan.

“Dalam rapat hari ini, kami telah meningkatkan kebijakan insentif likuiditas dari sebelumnya empat persen menjadi lima persen dari dana pihak ketiga. Dengan demikian, total alokasi mencapai Rp80 triliun untuk mendukung program perumahan,” jelasnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menambahkan, pemerintah akan terus menyelaraskan kebijakan fiskal dan moneter guna mendukung sektor perumahan.

“Dalam APBN 2025, telah dialokasikan Rp18 triliun dalam bentuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk mendukung pembiayaan 220 ribu unit rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan suku bunga hanya lima persen selama 20 tahun,” ungkap Menkeu.

Sri Mulyani memastikan bahwa pemerintah akan terus mengupayakan instrumen kebijakan lain guna meningkatkan skala program ini, termasuk perbaikan rumah dan bantuan uang muka.

“Kami optimis program ini dapat ditingkatkan guna mencapai target yang lebih besar,” tambah dia.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir berpendapat bahwa langkah ini merupakan bentuk kerja nyata pemerintah dan Bank Indonesia dalam mencari solusi bagi masyarakat.

“Presiden memiliki visi besar untuk perumahan rakyat dan ini merupakan momentum penting untuk bersinergi guna mengatasi backlog perumahan yang masih cukup tinggi,” tandas Erick Thohir.

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh MC KAB MANGGARAI BARAT
  • Rabu, 26 Maret 2025 | 08:24 WIB
Bupati Manggarai Barat: Hotel dan Restoran di Laut Harus Masuk Objek Pajak
  • Oleh Isma
  • Jumat, 21 Maret 2025 | 11:09 WIB
Ekonomi Indonesia Tetap Kuat dan Tumbuh Stabil
  • Oleh MC PROV LAMPUNG
  • Rabu, 26 Maret 2025 | 06:54 WIB
Gubernur Lampung Ajak Sektor Jasa Keuangan Dukung Perekonomian Daerah