Jakarta, InfoPublik – Hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang yang telah memasuki usia ke-65 tahun terus menunjukkan perkembangan yang positif. Berbagai proyek strategis dan investasi Jepang telah memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Hari ini, Calon Perdana Menteri Jepang, Mr. Motegi, melakukan kunjungan penting ke Parlemen Indonesia untuk membahas berbagai peluang kerja sama yang lebih luas antara kedua negara.
Kedatangan Mr. Motegi disambut baik oleh Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Industri dan Pembangunan (Korinbang), Rachmat Gobel, yang didampingi oleh Anggota DPR RI Muhammad Farhan dan Charles Meikyansah. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas kelanjutan proyek-proyek strategis yang telah dibangun serta peluang baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bersama.
"Hari ini pembicaraan saya dengan Mr. Motegi juga membahas kelanjutan dari apa yang sudah dibangun dalam rangka ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dan juga bersama-sama dengan Jepang. Karena Jepang mempunyai teknologi, mempunyai sumber daya manusia yang baik, dan kita punya pasar dan juga punya sumber daya manusia, dan kita punya sumber daya alam lainnya. Kalau ini bisa disegregasikan ini akan luar biasa," ujar Gobel kepada Parlementaria di Gedung Nusantara III, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (30/7/2024).
Selain itu, diskusi juga mencakup peluang pengembangan startup di Indonesia serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. "Dan juga pendidikan dengan pembangunan SDM terhadap putra-putri Indonesia. Sekaligus juga tadi membahas tentang bagaimana mendorong peningkatan daripada mahasiswa Indonesia untuk banyak belajar di Jepang juga, termasuk tenaga kerja," tambah legislator dapil Gorontalo itu.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Jepang serta membuka jalan bagi berbagai kerja sama strategis di masa depan.
Anggota DPR RI Muhammad Farhan dalam pertemuan tersebut juga menyinggung mengenai peluang investasi pembangunan jaringan transportasi kereta di daerah Bandung, Jawa Barat.
“Bandung sekarang membutuhkan solusi transportasi publik berpadu. Salah satunya yang memang membutuhkan investasi dari Jepang adalah pembangunan jaringan kereta api, baik untuk komuter lain, barat ke timur, maupun LRT Bandung Raya, yang melibatkan Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Sumedang, khususnya Jatinangor, karena di Jatinangor terdapat kampus-kampus besar,” jelas legislator dapil Jawa Barat I itu.