Jakarta, InfoPublik - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Pahala Mansury mengatakan, pentingnya menghidupkan kembali semangat solidaritas Global South, khususnya antara Indonesia dan Afrika.
Hal itu disampaikan Wamenlu Pahala, saat bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri dan Kerjasama Afrika Timur Tanzania, Mbarouk Nassor Mbarouk dan kalangan bisnis Tanzania di Dar Es Salaam, Tanzania, Sabtu (20/7/2024).
Seperti dilansir laman Kemlu RI, Minggu (21/7/2024), pada pertemuan Breakfast Meeting dengan kalangan bisnis Tanzania, Wamenlu Pahala sampaikan rencana penyelenggaraan Indonesia-Africa Forum (IAF) ke-2 pada 3-9 September 2024 di Bali.
Dalam kaitan tersebut, Wamenlu Pahala menyampaikan undangan dan menegaskan harapan akan kehadiran dan partisipasi aktif para pengusaha dari Tanzania pada IAF ke-2, khususnya pada country-specific business forum, pameran dan pertemuan bisnis terkait lainnya.
Pada kesempatan tersebut, selain menjajaki berbagai potensi kerja sama khususnya di bidang peningkatan kapasitas (capacity building), mineral kritis dan infrastruktur, Wamenlu Pahala juga mendorong finalisasi berbagai kerja sama konkret antar kedua negara untuk menjadi bagian dari deliverables atau hasil kerja IAF ke-2.
Selanjutnya, dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Afrika Timur Tanzania,Mbarouk Nassor Mbarouk, Wamenlu Pahala menyampaikan harapan akan kehadiran Presiden Tanzania dan para pejabat Pemerintah serta kalangan bisnis Tanzania pada IAF ke-2.
Pada kesempatan tersebut, Wamenlu Pahala juga menyampaikan keinginan Indonesia untuk menjajaki pembentukan Preferential Trade Agreement & Bilateral Investment Treaty, untuk lebih memperkuat kerja sama di bidang ekonomi antar kedua negara.
Wamenlu Pahala juga mendorong penguatan kerja sama antar kedua negara yang telah berjalan selama ini, yaitu di sektor pertanian dan ketahanan pangan, kerjasama di bidang migas dan Kesehatan.
Wamenlu Pahala dan Wamenlu Mbarouk juga membahas berbagai potensi kerja sama ke depan, termasuk produksi dan pemrosesan minyak kepala sawit, sektor mineral dan rantai pasok baterai EV atau Kendaraan Listrik, pendidikan serta peningkatan kapasitas.