Jakarta, InfoPublik - Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 1955 telah menempatkan Bandung bukan saja sebagai Kota Dunia, tetapi juga sebagai kota cikal bakal solidaritas antarbangsa, terutama Asia-Afrika.
Seperti dilansir laman Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Senin (8/7/2024), semangat solidaritas tersebut yang kini digaungkan kembali kepada masyarakat Bandung, dan warga dunia yang hadir menyesaki Jalan Asia Afrika, pada Asia Africa Festival (AAF) 2024 yang berlangsung selama dua hari, 6-7 Juli 2024.
“Saya ucapkan selamat kepada Kota Bandung yang telah berhasil selenggarakan Asia Africa Festival untuk yang kedelapan kalinya ini. Hal ini sangat instrumental dalam meneguhkan Kota Bandung sebagai Ibu Kota Solidaritas Asia-Afrika," kata Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu, Siti Nugraha Mauludiah, di Kota Bandung, Jumat (6/7/2024).
Di hadapan warga Bandung dan perwakilan dari 27 negara Asia Afrika yang hadir, Dirjen yang kerap disapa “Nining" mengharapkan, festival itu berfungsi sebagai pengingat bahwa budaya Indonesia adalah budaya yang bertujuan untuk berkontribusi terhadap perdamaian dunia.
Nining menegaskan, pentingnya semua pihak untuk membangun kolaborasi berdasarkan rasa saling menghormati dan solidaritas.
Senada dengan Dirjen Nining, Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Mahmudin, menggarisbawahi bahwa Bandung lebih dari sekedar kota.
“Bandung adalah simbol persatuan dan kerja sama. Di sinilah para pemimpin dari Asia dan Afrika berkumpul untuk menciptakan Dasasila Bandung, yang merupakan seperangkat prinsip yang mendorong perdamaian, kemandirian, dan saling menghormati," ujarnya.
AAF 2024 merupakan program Pemerintah Kota Bandung berkolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Museum Konferensi Asia Afrika yang dikelola Kemlu.
Walaupun kota Bandung diguyur hujan sejak pagi, namun AAF 2024 tak kehilangan daya tariknya.
Ribuan warga bandung menyemut menyesaki jalan merdeka dan jalan-jalan di sekitarnya untuk menyaksikan berbagai atraksi budaya Asia Afrika.
Para duta besar dan diplomat utusan dari 27 negara yang hadir juga tetap berada di tempat hingga acara pembukaan berakhir. Tak jarang mereka bertepuk tangan memberikan semangat kepada para penampil budaya, terutama jika budaya dari negara mereka yang tampil.
Selama dua hari festival para delegasi mengikuti serangkaian kegiatan seperti coffee morning, city tour, diskusi kebudayaan di Museum KAA, stage art, Asia Africa Carnaval, dan Asia Africa Corner di pusat kota Bandung dimana banyak sekali terdapat gedung-gedung peninggalan masa kolonial.
AAF 2024 merupakan rangkaian peringatan peringatan 69 tahun Konferensi Asia Afrika. AAF 2024 melibatkan sejumlah peserta dari tingkat nasional, hingga benua Asia dan Afrika.
Di skala nasional terdapat diantaranya Provinsi Lampung, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Palangkaraya, Kabupaten Bandung, Kabupaten Karawang, dan Kota Semarang.
Sementara utusan dari negara KAA yang hadir yaitu Afrika Selatan , Arab Saudi, Aljazair, Bangladesh, Cambodia, Ethiopia, Sri Lanka, Pakistan, Filipina, Iran, Tanzania, Oman, Vietnam, Irak, Myanmar, Sudan, Timor Leste, Malaysia, PEA, PNG, Kuwait, Jepang, Singapura, Mozambik, Somalia, Nigeria, dan Zimbabwe.