Padang Pariaman, InfoPublik – Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub), Suntana mendorong 134 lulusan Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sumatera Barat menjadi perwira transportasi laut yang tangguh, adaptif, berintegritas, serta mampu menghadapi perkembangan industri maritim global.
Pesan tersebut disampaikan Suntana saat menghadiri Sidang Senat Terbuka ke-X Perwira Transportasi Laut Program Diploma III dan Diploma IV Poltekpel Sumbar di Padang Pariaman, Sumatera Barat..
Sidang senat terbuka tersebut menetapkan sebanyak 134 mahasiswa sebagai peserta yudisium. Kegiatan turut dihadiri Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Suharto serta jajaran Kementerian Perhubungan.
Mengusung tema “Humanist, Smart, Sustainable, and Eco-Friendly Campus for Empowering Safety, Security, Services Oriented and Compliance”, kegiatan tersebut menekankan pentingnya kesiapan SDM transportasi laut menghadapi perkembangan green shipping, digitalisasi, serta perubahan industri maritim global.
Dalam orasi ilmiahnya, Suntana mengingatkan para lulusan bahwa profesi pelaut memiliki tantangan yang tidak ringan. Karena itu, ketangguhan mental dan kemampuan beradaptasi menjadi modal penting dalam perjalanan karier. “Pelaut hebat tidak pernah lahir dari ombak yang tenang dan akan berhadapan dengan ombak dari berbagai sisi,” ujar Suntana sebagaimana siaran persnya yang diterima InfoPublik pada Sabtu (5/9/2026).
Menurutnya, perkembangan sektor maritim nasional membuka peluang karier yang semakin luas bagi lulusan pendidikan vokasi pelayaran. Lulusan tidak hanya memiliki kesempatan bekerja di lingkungan pemerintahan, tetapi juga dapat berkiprah pada berbagai subsektor industri maritim.
Peluang tersebut antara lain terdapat pada kapal niaga, kapal kontainer, tanker, kapal pesiar, sektor perikanan, hingga industri lepas pantai.
Karena itu, lulusan Poltekpel Sumbar dituntut memiliki kompetensi profesional yang sesuai dengan kebutuhan industri, sekaligus mampu merespons perkembangan teknologi dan tuntutan keberlanjutan lingkungan.
Selain kemampuan teknis, Suntana menekankan pentingnya integritas dalam menjalankan profesi. Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan karakter dan tanggung jawab moral. “Sehebat apa pun teknologi di genggaman Saudara, kuasa Tuhan tetaplah tidak tertandingi. Sertakanlah Tuhan dalam setiap perjalanan, serta hormati, sayangi, dan muliakan orang tua kalian, karena ridho mereka adalah ridho Tuhan,” pesannya.
Ia juga meminta para lulusan tidak melupakan peran keluarga, khususnya orang tua, dalam perjalanan pendidikan dan karier mereka.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah transformasi industri maritim yang semakin mengandalkan teknologi digital. Kompetensi teknis, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan integritas agar lulusan mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenhub bersama Kepala BPSDMP dan jajaran juga meninjau pameran produk Teaching Factory (TEFA) Poltekpel Sumbar.
Berbagai produk dan inovasi yang dipamerkan merupakan hasil kolaborasi peserta didik dan dosen yang diarahkan untuk menjawab isu transportasi dan lingkungan.
Sejumlah inovasi tersebut antara lain pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), daur ulang sampah plastik menjadi produk bangunan, pembibitan tanaman trembesi, serta sistem pengelolaan limbah air.
Pengembangan TEFA dan program keberlanjutan tersebut menjadi bagian dari upaya Poltekpel Sumbar memperkuat pendidikan vokasi yang aplikatif, inovatif, dan berwawasan lingkungan.
Kepala BPSDMP Suharto sebelumnya menekankan pentingnya penguatan kualitas SDM transportasi untuk mendukung kebutuhan industri yang terus berkembang. Pendidikan vokasi di lingkungan Kemenhub diarahkan agar lulusan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Melalui Sidang Senat Terbuka ke-X tersebut, Kemenhub menegaskan komitmen memperkuat pendidikan vokasi transportasi guna menghasilkan SDM laut yang profesional, tangguh, berintegritas, adaptif terhadap teknologi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.