Bandung, InfoPublik – Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan, Suharto menegaskan pentingnya pembentukan karakter, kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, dan kemampuan bekerja sama bagi calon taruna sebagai bekal menjadi sumber daya manusia (SDM) transportasi yang kompeten dan berintegritas.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Pendidikan dan Pelatihan Masa Dasar Pembentukan Karakter (Madatukar) Batch 1 Tahun 2026 di Balai Pendidikan dan Pelatihan Pembangunan Karakter Sumber Daya Manusia Transportasi (BP3KSDMT), Bandung, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Suharto, Madatukar merupakan tahap awal bagi calon taruna untuk mengenal sekaligus membangun karakter yang dibutuhkan selama mengikuti pendidikan di perguruan tinggi Kementerian Perhubungan. "Madatukar ini menjadi langkah awal bagi para calon taruna untuk mengenal dan membangun karakter yang dibutuhkan selama menjalani pendidikan. Ikuti seluruh prosesnya dengan sungguh-sungguh, karena kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, serta pengendalian diri akan menjadi bekal penting dalam perjalanan kalian menjadi SDM transportasi," ujar Suharto.
Ia mengatakan, pembentukan karakter tersebut menjadi penting karena SDM transportasi pada masa mendatang tidak cukup hanya memiliki kompetensi teknis. Mereka juga dituntut mampu beradaptasi terhadap perubahan, berinovasi, serta memiliki kepedulian terhadap aspek keselamatan dan keberlanjutan transportasi.
Suharto mendorong para calon taruna memanfaatkan seluruh rangkaian Madatukar untuk membangun kebiasaan positif sekaligus mengembangkan kemampuan diri. "Generasi muda transportasi memiliki peran penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Karena itu, kalian perlu memiliki kompetensi, karakter, adaptif, dan inovatif dalam menjawab tantangan masa depan," katanya.
Ia berharap proses pendidikan tersebut menjadi fondasi bagi calon taruna untuk tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, inovatif, mampu bekerja sama, serta memberikan kontribusi bagi kemajuan sektor transportasi nasional. "Jadikan proses ini sebagai bekal untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan transportasi Indonesia," pesan Suharto.
Madatukar Batch 1 Tahun 2026 diikuti 946 calon taruna dan taruni dari dua perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Perhubungan.
Sebanyak 727 calon taruna/taruni berasal dari Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, sedangkan 219 peserta lainnya berasal dari Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal.
Dari keseluruhan peserta, sebanyak 794 orang merupakan laki-laki dan 152 orang perempuan.
Program tersebut berlangsung selama 14 hari, mulai 5 hingga 18 Agustus 2026, dengan total pembelajaran mencapai 168 jam pelajaran. Rinciannya terdiri atas 105 jam pelajaran materi dan 63 jam pelajaran praktik.
Direktur BP3KSDMT Eko Sudarmanto menjelaskan, proses pembentukan karakter dalam Madatukar tidak hanya dilakukan melalui pemberian materi, tetapi juga melalui praktik dan aktivitas yang mendorong peserta menerapkan nilai-nilai yang dipelajari. "Peserta diarahkan untuk mengenali potensi diri, membangun kemampuan berinteraksi, memahami peran dalam kelompok, serta mengembangkan sikap yang diperlukan dalam kehidupan pendidikan," jelas Eko.
Menurut dia, pola tersebut diharapkan mampu membentuk kebiasaan positif yang dapat dibawa para calon taruna ketika memasuki kehidupan pendidikan di perguruan tinggi masing-masing.
Eko menjelaskan, materi Madatukar mencakup empat kompetensi utama soft skill, yakni manajemen diri atau intrapersonal, manajemen hubungan dengan orang lain atau interpersonal, manajemen organisasional, serta manajemen spiritual.
Keempat kompetensi tersebut diberikan untuk membantu peserta mengenali kemampuan diri, membangun hubungan yang sehat dengan lingkungan, memahami tanggung jawab dalam organisasi, serta memperkuat aspek nilai dan karakter.
Dalam pelaksanaannya, para calon taruna mendapatkan pembelajaran sekaligus praktik yang dirancang untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, komunikasi, dan kerja sama.
Tenaga pengajar dalam kegiatan tersebut berasal dari berbagai unsur, antara lain TNI AD, Polisi Wanita, widyaiswara, serta tenaga pendidik yang telah memiliki sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Pelaksanaan Madatukar mengacu pada Instruksi Menteri Perhubungan Nomor IM 8 Tahun 2024 tentang Reformasi Pola Pengasuhan Peserta Didik di Lingkungan Perguruan Tinggi Kementerian Perhubungan.
Melalui program tersebut, BPSDMP berupaya memastikan calon taruna tidak hanya memiliki kesiapan akademik dan teknis untuk mengikuti pendidikan, tetapi juga memiliki karakter, kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, serta semangat belajar dan berinovasi.
Bekal tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi calon SDM transportasi untuk menghadirkan gagasan dan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan serta kebutuhan transportasi Indonesia di masa mendatang, sejalan dengan semangat "Terhubung Melayani, Bergerak untuk Negeri."
Kegiatan pembukaan Madatukar Batch 1 Tahun 2026 di Bandung menjadi penanda dimulainya rangkaian pendidikan dan pelatihan selama 14 hari bagi 946 calon taruna sebelum mereka melanjutkan perjalanan pendidikan di perguruan tinggi Kementerian Perhubungan.