Bandung, InfoPublik — Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia (Wamenperin RI), Faisol Riza, menyerukan sinergi seluruh pemerintah daerah dalam mempercepat transformasi industri hijau sebagai strategi kunci dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan meningkatkan daya saing global.
Hal itu disampaikan dalam pidatonya pada Forum Industri Hijau Nasional Tingkat Provinsi 2025, di Bandung, Rabu (30/4/2025).
Menurut Faisol, pengembangan industri hijau bukan hanya solusi terhadap krisis iklim, tetapi juga pilar penting untuk mendorong efisiensi produksi, menarik investasi ramah lingkungan, dan membuka peluang kerja baru berbasis ekonomi hijau.
“Perubahan iklim bukan hanya tantangan lingkungan, tapi momentum bagi kita membangun industri yang lebih tangguh. Pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, punya peran krusial dalam implementasi langsung di lapangan,” kata Faisol di hadapan peserta forum.
Ia menegaskan pentingnya mengintegrasikan prinsip industri hijau ke dalam Rencana Pembangunan Industri Daerah (RIPID), sebagaimana di tingkat pusat terdapat Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN).
“Saya mengajak seluruh dinas perindustrian di daerah agar mengintegrasikan prinsip industri hijau ke dalam rencana pembangunan industri daerah. Juga memberikan fasilitas dan insentif, memperkuat pelatihan SDM industri hijau, dan terus berkoordinasi dengan pusat industri hijau di Kementerian Perindustrian,” tegasnya.
Faisol mengapresiasi Provinsi Jawa Barat sebagai contoh sukses penerapan prinsip industri berkelanjutan. Dengan kontribusi 37,1 persen terhadap industri nasional, provinsi ini mampu meningkatkan ekspor hingga 27,14 miliar USD pada 2022 dan menekan tingkat pengangguran menjadi 6,82 persen, lebih baik dari rata-rata nasional.
“Tepuk tangan untuk Provinsi Jawa Barat. Ini bukti bahwa industrialisasi inklusif dan berkelanjutan memberi dampak nyata,” imbuhnya.
Forum Industri Hijau 2025, menurut Faisol, merupakan wadah strategis untuk merumuskan kebijakan penguatan ekosistem industri hijau, memperluas adopsi teknologi rendah karbon, mengembangkan skema pembiayaan inovatif, serta membangun komitmen lintas sektor dan wilayah.
“Forum ini adalah motor penggerak menuju Indonesia yang kompetitif dan berkelanjutan. Kita ingin menjadi bagian dari 10 besar ekonomi dunia di 2030 dan mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujarnya penuh optimisme.
Wamen Faisol menutup pidatonya dengan mengajak seluruh peserta forum, baik secara luring maupun daring, untuk bersinergi dan berinovasi demi masa depan industri nasional yang lebih hijau dan berdaya saing tinggi.
“Mari kita bangun industri Indonesia yang kompetitif, berkelanjutan, dan hijau demi generasi masa depan,” tutupnya.
Forum Industri Hijau Nasional Tingkat Provinsi 2025 dihadiri oleh perwakilan pemerintah pusat dan daerah, pelaku industri, akademisi, dan mitra pembangunan dari dalam dan luar negeri. Acara ini digelar sebagai langkah konkret mendukung target transisi energi dan pertumbuhan ekonomi hijau nasional.