Panggung Cerita Nusantara Optimalkan Ekosistem Rantai Pasok UMKM lewat RPB

: Menteri Koperasi UKM Teten Masduki acara-acara seperti itu diperlukan untuk mengoptimalkan berjalannya konsep RPB yang memang hadir untuk para pelaku UMKM agar lebih mudah mengelola bahan mentah menjadi produk jadi secara bersama sehingga kontinyuitas produk juga terjaga/Foto: KemenkopUKM


Oleh Putri, Selasa, 28 November 2023 | 13:54 WIB - Redaktur: Untung S - 95


Jakarta, InfoPublik – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menangah (Kemenkop UKM) menggelar Panggung Cerita Nusantara yang menjadi momentum bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) memanfaatkan Rumah Produksi Bersama (RPB) atau Factory Sharing, untuk memproduksi wastra dan kriya melalui dukungan pembiayaan KUR Klaster.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki melalui keterangan resmi yang dikutip InfoPublik Senin (27/11/2023) mengatakan hal tersebut sebagai upaya mengoptimalkan ekosistem rantai pasok UMKM dari hulu hingga ke hilir.

“Secara megah acara ini menampilkan ide-ide brilian, inklusivitas dalam keragaman, daya saing ekosistem lokal, karya seni rupa, kerajinan tangan, tekstil, juga inovasi digital, setelah melalui perjalanan panjang dari tanah Indonesia hingga panggung internasional,” kata Menteri Teten.

Acara yang merupakan hasil kolaborasi KemenKopUKM bersama Dekranas dan OASE itu telah berjalan sejak 2021. Menteri Teten mengapresiasi setinggi-tingginya setiap ekosistem kriya dan wastra yang telah bersinar, berjejaring, dan berhasil lebih jauh membawa karya terbaik dan kisah memukau dari Nusantara.

Menurut Menteri Teten acara-acara seperti itu diperlukan untuk mengoptimalkan berjalannya konsep RPB yang memang hadir untuk para pelaku UMKM agar lebih mudah mengelola bahan mentah menjadi produk jadi secara bersama sehingga kontinyuitas produk juga terjaga.

“Pada awalnya RPB dihadirkan untuk membuat produksi lebih mudah dalam skala massal dan menciptakan standar tinggi. Ketika sudah berjalan lebih dari satu semester, terlihat ada dampak positif lainnya setelah rumah produksi bersama hadir,” kata Menteri Teten.

RPB secara nasional ditargetkan akan mencapai 18 titik hingga 2024 dan selain meningkatkan kinerja UMKM dalam memproduksi barang juga diharapkan mampu mendorong praktik UMKM Hijau.

Dari beberapa RPB yang diinisiasi oleh Kemenkop UKM, terdapat RPB Kulit Garut yang berlokasi di Jawa Barat. Pembangunan RPB tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkuat hilirisasi produk fesyen berbasis kulit domba asal garut.

Kemenkop UKM akan bekerja sama dengan pihak lain, terutama dengan para desainer produk-produk kulit, agar SDM di Jawa Barat semakin berkembang. 

"Saya bersama desainer Poppy Dharsono dan Bupati Garut akan mengembangkan hilirisasi produk kulit asli Garut, agar kualitas produknya jauh lebih baik," kata Menteri Teten.

RPB Kulit Garut juga diharapkan bisa memfasilitasi para pelaku usaha mikro untuk membuat produk-produk kerajinan dari kulit,

Mulai dari sepatu maupun aksesoris dari kulit lainnya. Sehingga ke depan, produsen kulit Jawa Barat dapat berdaya saing dengan produk kulit di daerah lain, hingga berdaya saing dengan produk luar.

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh Putri
  • Kamis, 29 Februari 2024 | 21:00 WIB
Layanan Rujukan Humanis Kuatkan Integrasi Layanan Primer
  • Oleh Putri
  • Kamis, 29 Februari 2024 | 20:10 WIB
Menkes Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Kanker
  • Oleh Putri
  • Kamis, 29 Februari 2024 | 19:55 WIB
Indonesia Kembangkan Layanan Kesehatan Mental Perinatal
  • Oleh Putri
  • Kamis, 29 Februari 2024 | 19:16 WIB
Menko PMK Pesan agar Santri Bisa Menangkan Dunia dan Akhirat
  • Oleh Putri
  • Kamis, 29 Februari 2024 | 19:15 WIB
Menko PMK Tinjau RSUD OKU Timur