Jakarta, InfoPublik – Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) menyelesaikan pembangunan 10 sumur bor di Desa Penawar Baru, Kecamatan Gedung Aji, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, untuk mengatasi kekeringan lahan pertanian akibat musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino.
Per 16 Oktober 2026, seluruh sumur bor telah selesai dibangun dan siap dimanfaatkan petani sebagai sumber air untuk mendukung musim tanam padi berikutnya.
Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan, penyediaan air bagi lahan pertanian menjadi langkah konkret pemerintah untuk menjaga keberlangsungan aktivitas petani sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
“Target swasembada pangan 2026, InsyaAllah tetap kita kejar. Saya akan lebih fokus pada persoalan kekeringan. Kita tidak boleh mengabaikan kebutuhan air petani, karena dampaknya bukan hanya bagi masyarakat di satu daerah, tetapi bagi ketahanan pangan Indonesia. Kita harus hadir dan memastikan sawah-sawah mendapatkan air,” kata Menteri Dody, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Pembangunan sumur bor dilakukan Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung. Infrastruktur tersebut dirancang untuk menyediakan sumber air yang lebih dekat dengan lahan pertanian, khususnya di area persawahan yang selama ini mengandalkan sistem tadah hujan.
Di Kabupaten Tulang Bawang, kekeringan berdampak pada sekitar 150 hektare Lahan Baku Sawah (LBS). Dari luasan tersebut, pembangunan 10 sumur bor di Desa Penawar Baru ditujukan untuk mendukung pengairan lahan pertanian seluas 15 hektare.
Penentuan lokasi sumur dilakukan berdasarkan survei dan pemetaan kebutuhan air. Sumur ditempatkan pada titik-titik strategis, termasuk di area dengan topografi lebih tinggi, agar distribusi air dapat menjangkau lahan persawahan secara lebih merata.
Pembangunan sumur bor dipilih sebagai solusi karena sumber air terdekat, yakni Sungai Tulang Bawang, berjarak sekitar lima kilometer dari area pertanian. Jarak tersebut membuat pembangunan saluran irigasi dari sungai menuju persawahan belum memungkinkan dilakukan saat ini.
Melalui penyediaan sumber air alternatif ini, Kementerian PU berupaya menekan dampak kekeringan terhadap kegiatan pertanian dan menjaga produktivitas sawah. Dukungan infrastruktur sumber daya air di tingkat lahan diharapkan membantu petani melanjutkan kegiatan tanam meski menghadapi musim kemarau.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan mencapai swasembada pangan.