SLEMAN, InfoPublik - Pemerintah Kalurahan Condongcatur menyiagakan jajaran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dan Satuan Tugas (Satgas) Kebencanaan guna menghadapi potensi cuaca ekstrem melalui pemantapan taktis di Ruang Wacana Loka, Kabupaten Sleman, pada Kamis (15/10/2026).
Langkah konsolidasi yang merangkum elemen Desa Tangguh Bencana (Destana), Kampung Siaga Bencana (KSB), hingga Taruna Siaga Bencana (Tagana) ini menjadi medium pemanasan sebelum ratusan personel menjalani peningkatan kapasitas di Bandung, Jawa Barat.
Jagabaya Kalurahan Condongcatur, Rudi Antariksawan, memaparkan, pemusatan latihan pada 16 hingga 18 Oktober 2026 tersebut dirancang khusus untuk memompa kedisiplinan dan daya juang pasukan.
Otoritas desa menargetkan seluruh elemen kerelawanan mampu merespons berbagai krisis sosial maupun bencana alam secara cepat dan tuntas.
Fokus utama kesiapsiagaan di wilayah padat penduduk ini diarahkan pada ancaman pergeseran musim.
Berakhirnya kemarau panjang yang sempat memicu penyusutan sumber air bersih kini bersiap digantikan oleh potensi badai dan curah hujan berintensitas tinggi.
Kepala Satgas Kebencanaan Condongcatur, Sahid Fahrudin, menginstruksikan mitigasi pencegahan massal berupa perbaikan fungsi drainase dan pemangkasan dahan pohon rapuh guna menangkal ancaman banjir genangan.
"Kesiapsiagaan mutlak dibangun sebelum bencana memukul. Mari kita gerakkan seluruh lapisan warga untuk membersihkan selokan dan gorong-gorong agar lingkungan tidak lumpuh akibat luapan air saat hujan tiba," seru Sahid menegaskan.
Peran satuan pengamanan desa ini tidak hanya terpusat pada respons bencana murni, tetapi juga menyentuh penjagaan ketertiban publik harian.
Pasukan Satlinmas secara konsisten dikerahkan dalam penguraian arus lalu lintas guna mengawal kelancaran akses alat berat pada berbagai proyek pembangunan infrastruktur rukun warga.
Guna menopang kekuatan regu penyelamat di garis depan, perangkat desa juga menajamkan evaluasi ketersediaan logistik.
Anggota Tim Dapur Umum, Retnaningsih, mendesak pengadaan infrastruktur masak berkapasitas raksasa, seperti penanak nasi komersial dan kompor industri ganda.
Peralatan ini dinilai amat esensial untuk menjamin pasokan ransum kelayakan gizi bagi warga terdampak maupun relawan operasional di lapangan.
Seluruh usulan logistik dan reviu taktis tersebut langsung dieksekusi pemerintah kalurahan sebagai landasan penguatan ketahanan wilayah. (MC Kab. Sleman/KIM Depok/Wasana)