SLEMAN, InfoPublik – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman langsung tancap gas merespons meluasnya krisis kekeringan dengan mendistribusikan pasokan 20.000 liter air bersih ke wilayah Kapanewon Moyudan, Godean, Minggir, dan Seyegan, Selasa (6/10/2026).
Pengurus PMI Sleman Bidang Penanggulangan Bencana, Arif Pramana, menegaskan, pergerakan armada tangki ini dieksekusi secara presisi usai berkoordinasi matang dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Kajian lapangan oleh tim reaksi cepat tersebut mutlak diperlukan demi memastikan bantuan logistik vital ini mengalir tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat guna bagi warga yang terdampak kondisi kedaruratan.
Dalam operasi kemanusiaan tersebut, tim operasional tangki PMI yang digawangi Aji dan Safriyandi memobilisasi pasokan dari dua titik.
Sebanyak 15.000 liter diangkut dari kawasan Karang, Sumberagung, Moyudan, sementara 5.000 liter lainnya disuplai oleh BUMKal Nangsri, Turi.
Seluruh pasokan langsung disebar ke sejumlah fasilitas krusial, di antaranya 8.000 liter untuk lima titik di Pakelan, 7.000 liter untuk kawasan Sejati Pasar, 2.000 liter ke SD Kandangan II Seyegan, 2.000 liter ke SDN Kuwayuhan Minggir, serta 1.000 liter disalurkan ke Jering Godean.
Berbekal kondisi armada yang prima serta rute medan yang mudah diakses, seluruh proses dropping dipastikan berjalan lancar tanpa hambatan teknis.
PMI Sleman menegaskan akan terus menyiagakan pasokan distribusi lanjutan yang ritmenya akan disesuaikan dengan dinamika kebutuhan lapangan serta hasil pemantauan titik-titik krisis kemarau. (MC Kab. Sleman / KIM Kalasan Bersahabat / Tri Joko S)