SLEMAN, InfoPublik – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman kembali menerjunkan Tim Penanggulangan Bencana guna merespons krisis air akibat musim kemarau panjang.
Secara maraton, sebanyak 20.000 liter air bersih didistribusikan ke sejumlah wilayah di Kalurahan Sumberarum, Kapanewon Moyudan, serta Kalurahan Sumberahayu dan Margodadi, Kapanewon Seyegan, pada Rabu (30/9/2026).
Misi kemanusiaan ini merupakan penyaluran tahap kedua yang dilakukan PMI di wilayah Sumberarum, menyusul pendistribusian perdana yang telah dieksekusi pada pertengahan bulan lalu.
Menggunakan armada truk tangki yang dikemudikan oleh Risqi Aji dan Safriyandi, ribuan liter air bersih tersebut didistribusikan secara presisi ke berbagai titik prioritas.
Di Kalurahan Sumberarum, pasokan dialirkan ke Dusun Jitar Ngemplak sebanyak 5.000 liter yang menyasar 138 Kepala Keluarga (KK), dilanjutkan ke wilayah Pakelan RT 1 dan RT 2 yang masing-masing turut digelontor 5.000 liter air.
Bergerak ke Kalurahan Sumberahayu, armada tangki menyuplai kawasan Nglempis dan fasilitas pendidikan SD Muhammadiyah Gamplong dengan alokasi masing-masing sebesar 1.500 liter.
Sementara itu, sisa pasokan sebesar 2.000 liter dialokasikan bagi warga Pendekan di Kalurahan Margodadi.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Sleman, Arif Pramana, menegaskan, seluruh operasi distribusi kemanusiaan ini dieksekusi melalui skema penjadwalan yang tertata dan terpadu.
Ia memastikan pelaksanaannya senantiasa berkoordinasi erat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman.
“Assessment dan rencana operasional dilaksanakan melalui satu pintu, demikian pula dengan jadwal kegiatan distribusi oleh masing-masing tim,” tegas Arif.
Melalui sistem terpusat ini, bantuan dipastikan tidak tumpang tindih dan menyebar merata, sebagaimana sebelumnya armada tangki PMI juga telah berhasil menjangkau area Kapanewon Turi dan Tempel.
Gerakan pengentasan dampak kekeringan ini rupanya memantik solidaritas sosial yang kian meluas.
Dukungan pendanaan distribusi air bersih tidak hanya bergantung pada kas lembaga, melainkan turut mengalir dari kelompok masyarakat sipil.
Bantuan kemanusiaan melalui PMI ini turut disokong oleh donasi dari Ikatan Alumni SMA Negeri Kalasan serta paguyuban Aparatur Sipil Negara yang pernah dan tengah mengabdi di lingkungan Kapanewon Depok. (MC Kab. Sleman / KIM Kalasan Bersahabat / Tri Joko S)