Jakarta, InfoPublik - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) meminta para penyelenggara layanan seluler mendistribusikan pesan singkat seluler (SMS Blast) berisi panduan keselamatan dan peringatan dini kebencanaan kepada pelanggan di lima provinsi. Langkah penyebaran informasi ini dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang memicu sebaran abu vulkanik di perairan Selat Sunda hingga meluas ke pemukiman warga.
Penyebaran SMS Blast ditujukan kepada para pelanggan operator seluler yang berada di wilayah Banten, Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu pada periode 7–11 September 2026.
“KEMKOMDIGI: Waspada erupsi & abu vulkanik. Pakai masker, tutup pintu/jendela, jauhi zona bahaya dan saring info (stop hoaks). Info resmi: BNPB 117 / BMKG 196,” pesan Direktur Layanan Ekosistem Digital Aju Widya Sari melalui instruksi tertulis pada Minggu (6/9/2026).
Instruksi pengiriman pesan darurat ini ditujukan kepada tiga pengelola layanan telekomunikasi seluler, yakni PT Indosat Tbk, PT Telekomunikasi Selular, dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. Pelaksanaan pengiriman pesan disesuaikan dengan kemampuan jaringan masing-masing operator demi menjaga kualitas layanan publik.
Langkah ini memperkuat imbauan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang meminta warga di wilayah terdampak untuk membatasi aktivitas di luar rumah serta mematuhi radius aman. Saat ini tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga) dengan rekomendasi zona larangan mendekat dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Upaya mitigasi berbasis teknologi seluler ini diharapkan mampu meminimalkan risiko bahaya paparan abu vulkanik sekaligus menyaring peredaran informasi bohong (hoaks) di masyarakat. Untuk mengakses saluran darurat resmi, warga dapat menghubungi layanan panggilan BNPB di nomor 117 atau BMKG di nomor 196.